123, Example Street, City 123@abc.com 123-456-7890 lasantha.wam

Writing is the most fun you can have by yourself. - Terry Pratchett

Friday, April 22, 2016

'Ali @>--


Untukmu yang entah di mana..

 ๐ŸŒท..ูŠุง ุนู„ู‰.. ูู‰ ู…ุณุชู‚ุจู„ู‰
Maaf. Ku ucap maaf karna telah mendua terlalu lama. Maaf. Ku ucap maaf, karna telah berpaling terlalu dalam. Maaf bila kau cemburu. Maksudku tak begitu. 

Hey, kau yang entah sedang apa..
Bolehku berkisah? Sebentar saja. Aku ingin bersandar di bahumu --dalam fatamorganaku. Tak penting kisahku. Hanya saja ku ingin kau tau. Sudikah kau dengar? Aku hanya ingin mengadu, "Aku lelah. Aku lelah rasakan lukaku." Sudikah kau dengar? Atas nama luka yang sedang ku perjuangkan kepulihannya, aku ingin sampaikan maaf. MAAF, karna hatiku terlalu nakal hingga tak bisa jaga rasa. Aku tak bisa jaga hati. Ya, aku terjatuh. Aku jatuh berkali-kali --pada cinta yang tak semestinya ku lintasi. Aku terjatuh pada sosok yang salah. Yap. Aku salah. Aku telah salah menjatuhkan hati. Jadi maaf. Maaf, bila kau cemburu. Bukan makudku begitu.
Kau maafkankah ku?

Ohh barangkali kau tak tega saksikan lukaku. Tak maukah kau percepat langkahmu? Cepatlah.. temuiku, -si pemilik jiwa yang dilanda cedera. Cepatlah.. datangiku, sebab di dekapmulah kujumpai kepulihan. 

Duhai yang entah bagaimana dirimu,
bagaimana perjalananmu? masih panjangkah? atau bahkan tersesat? Katakan! cepat katakan! karna hatiku lelah menunggu. Karna kaulah sebab pulihku. Maka cepat katakan! Di manakah jalan setapak tempat kau pijakkan langkahmu? Karna rasa-rasanya aku tak pernah temukan itu. Atau barangkali kau sudah pernah lewat di seberang jalan kehidupan milikku? atau bahkan pernah bermukim di dalamnya? Ahh tapi mengapa tak kau jumpai ku? Ahh barangkali kita memang belum pernah bertegur sapa. Semoga saja. Semoga saja kau bukan bagian dari mereka --yang datang lalu pergi, yang datang lalu menyakiti, pun yang datang namun sama sekali tak ku ingini. Semoga bagaimana kau, adalah apa-apa yang terkriteriakan dalam hati. 

Jadi, untukmu yang entah sedang berpaling pada siapa.,
Semoga Tuhan menjagamu, memudahkan jalanmu, pun menaungimu di berbagai keadaan.
Maaf, aku hanya punya itu --sebingkis doa yang tak sering ku mohonkan di setiap pagi dan petangku. Sekali lagi maaf --Jika kau masih menjadi bagian asing dalam angan. Maafkan, aku hanya punya itu --sebingkis doa. Tak punya cinta, tak punya rasa. Maafkan. Karna jika ku katakan "aku mencintaimu, kamu yang entah siapa dirimu (?)" -itu sama saja ku bohongi kau. Karna cinta selalu punya alamat. Maka cepatlah!! cepatlah temuiku, agar ku ketahui alamatmu. Barangkali tak perlu banyak waktu, benih cintaku kan cepat tertuju -padamu. Cepatlah.. aku ingin cepat jadikanmu satu-satunya. Agar jiwaku pulih, agar jiwaku tak letih. Sudikah kau cepatkan langkahmu?

Sekali lagi maafkan,
Karna ku masih belajar. Belajar mencintai, kamu -yang entah bagaimana dirimu. Belajar mengistiqomahkanmu dalam munajat pagi dan petangku. Belajar menjaga hati, pun belajar pantaskan diri. Maafkan, karna barangkali kau masih ku duakan -dengan sosok yang mungkin dan ku yakin bukan dirimu. Maafkan aku.


                  Untukmu, 'Ali di masa depanku..

                      Tak rindukah kau pada Fathimahmu??




#'Ali



Smg, 22/04/2016
-dfz-

Tuesday, April 19, 2016

Rahasia: Ternyata Lelaki itu Gampang Stress // ah masa sih?


Suatu hari, di akhir sesi perkuliahan Ibu Dosen bercerita. Beliau bercerita perihal kolam ikan di rumahnya yang tak pernah meluap walau hujan mengguyurnya seharian.  

“Dulu ibu selalu resah kalo musim hujan. Kolam ikan ibu selalu meluap, jadinya ikan-ikan ibu pada hanyut ke selokan. Tapi sekarang sudah nggak lagi dong.. kan sudah nggak pernah meluap. Jadi ikan-ikan ibu bisa tetep awet dan hidup harmonis,” katanya sambil memamerkan paras bangganya.

Lalu salah seorang temanku bertanya, “Bu, kok bisa sih? Atasnya di kasih atap ya?  Genteng atau esbes bu?” celetuknya yang spontan membuat seluruh isi kelas tertawa geli. 

“Ya bisa dong nak.. nyembuhin orang stress aja bisa, kenapa ngebahagiain makhluk-makhluk kecil macam ikan aja nggak bisa? HAHAHA,” jawabnya yang membuat kami semakin penasaran.

“Begini loh nak.. kalian tahu kanal kan? Nah.. ibu membuat beberapa kanal kecil di dinding-dinding kolam bagian atas. Ja.. …” 

“Kanal bu? Maksudnya?” potong salah seorang  teman dengan muka polosnya. 

“Kanal nak.. maksud ibu saluran pembuangan air. Jadi, meskipun ada hujan badai berminggu-minggu pun kolam ibu gak akan meluap. PAHAM??”

“Ohh iya iya bu..  benar juga ya bu, pada dasarnya selalu ada masa dimana segala sesuatu yang ditumpuk dan dipendam terlalu lama akan menjadi buyar dan tumpah ruah,” kata si jenius.

“Yap.. itulah sebabnya kenapa makhluk bumi berkromosom XY (laki-laki) itu lebih mudah stress dari pada makhluk berkromosom XX (perempuan).”

"Seriously bu?"

"Kamu belum tau nak? Kasian banget deh.. makanya banyak baca buku dong..! Jadi ada riset yang mengatakan bahwa pasien Rumah Sakit Jiwa itu lebih didominasi oleh kaum lelaki.." jelas Ibu Dosen dengan raut muka jailnya.

---

Hmm. Ternyata begitu.. Memang selalu ada fakta menakjubkan di balik kisah-kisah yang diceritakan ibu dosen yang satu ini. Pada cerita kolam ikan tersebut, ibu mengibaratkan kondisi psikis seseorang dengan kondisi di kolam tersebut. Kolam beserta isinya adalah ibarat sebuah jiwa beserta segala hal yang berkecamuk di dalamnya. 

Dalam membahagiakan psikisnya, seseorang perlu untuk melakukan katarsis. Apasih katarsis itu? Lalu apa hubungannya dengan kolam dan kanal?

Katarsis adalah proses meluapkan perasaan yang menghasilkan kelegaan dalam jiwa. Jelasnya, katarsis itu kegiatan dimana kamu menceritakan segala unek-unek (perasaan, emosi) yang menggerutu di jiwamu, seluas-luasnya, seterang-terangnya, kepada orang yang kamu percaya (keluarga/sahabat/teman dekat) sehingga perasaanmu menjadi lega dan plong. Nah, ibarat sebuah kolam, katarsis adalah kanal yang berada di dinding kolam tersebut. Sehingga sama halnya dengan kolam, jiwa seseorang tidak akan terguncang (stress) apabila kita menyiapkan kanal-kanal (melakukan katarsis) setiap kali ada tekanan yang hendak mengguncang jiwa kita. Lebih jelasnya, seseorang tidak akan mudah stress atau depresi jika tidak ada tekanan-tekanan yang menumpuk di jiwanya. Dan sebaliknya, seseorang akan mudah terguncang jiwanya jika ia selalu memendam segala permasalahannya dan tidak mau mencari problem solving dari orang lain. Akibatnya, jika jiwa sudah tidak bisa menampung seluruh tekanan (tumpukan permasalahan) yang ia simpan rapat tersebut, maka seluruh isinya akan meluap dan mengakibatkan psikis terguncang. Pada saat itulah tercipta sebuah gangguan psikis yang disebut stress. Jadi, membuat kanal di kolam yang keruh itu sangat penting dilakukan.

*Kolam      = Jiwa
*Air keruh = berbagai tekanan dalam jiwa
*Kanal      = katarsis

Lalu, mengapa penderita stress di muka bumi ini lebih didominasi oleh makhluk berkromosom XY (laki-laki)?

Stress datang, emosi meledak tidak terkontrol. -lelaki-

Faktanya, kebanyakan lelaki memiliki sifat introvert (tertutup) dalam hal perasaan. Lelaki cenderung menutupi perasaannya dengan mengunggulkan rasionalnya. Itulah sebabnya mengapa lelaki terbebas dari julukan mister baper. =)) Hal itu dapat dibuktikan dengan tidak ditemukannya budaya curhat-curhatan (budaya katarsis) di kalangan lelaki. Akibatnya, segala permasalahan yang menimpanya selalu mereka simpan dalam-dalam dan tidak menghendaki orang lain untuk tahu. Hal itulah yang kemudian memicu terjadinya stress. Karena apabila stressor demi stressor ditumpuk dan tidak dilakukan upaya reduksi (pengurangan) tekanan, maka suatu saat seluruh stressor itu akan tumpah ruah dan mengimplikasi menjadi stress. Dan dari situlah kita dapat menjawab pertanyaan “Kenapa sih, lelaki yang nggak baperan malah lebih gampang stress? kenapa sih lelaki kalo depresi sembuhnya lama? kenapa sih.. kenapa sih..” dan kenapasih-kenapasih lainnya.

Jadi, masih bilang kalau baper itu nggak banget?

Baper juga perlu kelles.. karena baper itu salah satu bentuk mekanisme pertahanan diri seorang wanita (laki-laki juga boleh kok :p) dalam menghadapi stressor. Maka dari itulah budaya wanita yang sangat kental dengan kegiatan katarsis atau curhat-curhatan atau baper-baperan –itu harus dilestarikan. wkwk

Asal nggak baperan banget ajasih.. =))

So, the main point is, KATARSIS itu perlu ya teman-teman.. katarsis itu salah satu cara untuk menghindari stress. Kamu boleh introvert soal perasaan, tapi jangan kebangetan. Kamu juga boleh banget ekstrovert soal perasaan, tapi juga jangan kebangetan.. kan misterius juga perlu, tapi jangan keterlaluan!! HAHAHA

UNGKAPKAN APA YANG INGIN KAMU UNGKAPKAN. DAN JANGAN UNGKAPKAN APA YANG TIDAK INGIN KAMU UNGKAPKAN. BUATLAH SEGALANYA SEIMBANG. BAHAGIAKAN JIWA, BAHAGIAKAN RASA.

 

#Sekian. Semoga bermanfaat. ;)

 #Stressor #Stress #Katarsis


Smg, 19/04/16
-dfz-

Tuesday, April 5, 2016

Fathimah dalam Konteks Kekinian


#Late Report
20 Jumadi Tsani 1437 H / 30-03-16

Fatimah is Fatimah, kata Syariati. Kehebatan dan kebesarannya tak mampu dilukiskan dgn kata. Tapi persoalannya, apakah Fatimah sekedar romantika masa lalu? Apakah Fatimah hanya kenangan tempo dulu? Apakah ajaran dan ujaran Fatimah sudah menjadi puing-puing sejarah?

Apakah Fatimah sudah menjadi isu yg usang dan tidak relevan diangkat lagi ke permukaan? Apakah pola pikir dan pola sikap ala Fatimah sudah ketinggalan zaman? Dan apakah ide dan gagasan serta pemikiran Fatimah terkubur bersamaan dgn terkuburnya jasadnya?

Tidak! Fatimah bagai matahari yg senantiasa menyinari kehidupan krn Fatimah adalah kehidupan itu sendiri. Fatimah adalah insan kamil yg akal, hati dan jiwanya senantiasa hidup, tumbuh dan menyempurna, meskipun fisiknya tampak kurus dan lemah, tapi keteguhan dan 'azm (tekadnya) melelehkan baja dan menghancurkan gunung yg perkasa.

Fatimah bukan perempuan manja dan berpikir simple/ sederhana  dan gampang mengeluh saat terkena derita,. Fatimah berpikir besar dan berbuat besar dan baginya tiada yang lebih besar daripada Allah Yg Mahabesar. Maka, kehidupan tanpa mengenal Fatimah dan mengamalkan nilai-nilai fatimiyyah adalah kematian dan kegelapan.

Ya, Fatimah nyaris terlupakan dan terpasung oleh kebodohan dan ketidakjelasan tujuan hidup kita. Di mana posisi Fatimah di antara deretan artis dan tokoh nasional dan dunia yg kita kagumi?!  Di mana Fatimah di antara rak-rak buku kita?! Di mana Fatimah dalam doa dan munajat kita? Di mana kisah Fatimah dalam dongeng yg kita ceritakan pada anak dan siswa kita? Di mana pesan moral  Fatimah dalam buku pelajaran kita?! Di mana Fatimah dalam umrah dan haji kita? Di mana Fatimah saat kita berziarah ke makam ayahnya, Baginda Rasul? Di mana Fatimah saat kita berhadapan dgn masalah? Di mana Fatimah dlm setiap sisi hidup kita? Berhargakah Fatimah bagi kita? Hidupkah Fatimah dalam hati kita? Dekatkah kita dgn Fatimah? Asingkah Fatimah bagi kita?
Di mana Fatimah dalam ritual dan majlis kita? Di mana dan di mana...

Wahai para pecinta Zahra Mardhiyyah, beliau dgn tangan kasar hingga kapalan, krn gilingan gandum, Fatimah mempersembahkan Lu'lu dan Marjan, dua penghulu pemuda surga, lalu apa yg kau persembahkan bagi masyarakatmu?! Dengan pendidikan Ilahiah di rumah sangat sederhana dan perabotnya yg mudah diingat (krn saking sedikit dan tidak berharganya), Fatimah menerbitkan cahaya Hasani dan Husaini serta Zainabiyyat dan mencetak anak-anak serta keturunan terhebat dan teralim serta terbaik sepanjang masa. lalu,  kamu dgn kondisi ekonomi dan kehidupan serta tekhnologi yg lebih baik daripada Fatimah, apa yg kamu cetak; apa yg kamu terbitkan; dan apa yg kamu tanam?!

Dgn himpitan dan serangan badai persoalan yg bertubi-tubi mendera dan menyanderanya, yg andaikan musibah hidupnya itu ditimpakan pada siang bolong niscaya ia akan menjadi malam yg gelap gulita, Fatimah tdk pernah stress dan depresi, dan dgn khusuk dan khidmat ia membaca tasbih Zahra dan mengenangi mihrabnya dgn linangan air mata dan teringat ayat, "wala saufa yu'thika Rabbuka fatardha", lalu kenapa Anda cengeng, stress dan galau hanya karena secuil dan sekerikil masalah, memangnya itu masalah buat lu?!

Knapa harus mengurung diri di kamar, knapa harus murung; knapa semuanya harus urung; knapa perut kita harus mules dan badan kita harus lemes krn setitik dan setes problem yg terkadang sebab utamanya bukan dari kita? Di mana spirit survive ala Fatimah?

Anda yg tak tahu menahu ttg Fatimah, tanyakan kpd diri Anda knpa Anda tidak tahu? Maukah Anda tdk tahu selamanya? Knapa Anda membiarkan ketidaktahuan dan kedangkalan pengetahuan Anda ttg Fatimah? Sekarang juga bangkitlah, belilah buku ttg Fatimah, lalu bacalah dan hayatilah! Kalau tidak punya uang, pinjamlah buku bertemakan Fatimah ke perpustakaan atau teman Anda dan update-lah informasi ttg putri kecintaan Nabi saw ini! Anda yg tidak pernah membaca tasbih, doa dan munajat Fatimah, mulai sekarang jadikan salah satu doa Fatimah sbg menu baru doa Anda!

Anda yg sudah merasa tahu dan dekat dgn Fatimah, tunjukkan bukti kedekatan Anda! Apakah Anda yakin bahwa pola pikir dan pola sikap Anda jauh lebih baik daripada orang-orang yg tdk atau kurang mengenalnya?! Apakah Anda rajin mendoakan tetangga dan saudara seiman sbgaimana yg ditradisikan Fatimah, al jar tsumma al dar?!

Wahai Fatimiyyun ( orang-orang yg merasa berafiliasi dgn Fatimah), terutama kaum hawa, di mana Iffah zahraiyyah (Fatimah menggunakan hijabnya ketika bertemu dgn pria buta)?! Knapa kalian dgn gampang dan teledor membuka hijab dan mempertontonkan aurat kalian (rambut dan bagian yg mesti tertutup) kpd pria-pria yg masih melek dan mencicil?! Pantaskah kalian masuk di Madrasah Az Zahra dgn sikap spt ini?!

Saat Fatimah ditanya, apa yg terbaik bagi kaum wanita, beliau menjawab, pria tdk melihat wanita dan bgt juga sebaliknya. Lalu knapa kalian dgn begitu gampang bertemu dgn non-muhrim dan bersenda gurau tidak pada tempatnya?!  Knapa di pesta dan pelbagai acara wanita-pria berbaur tanpa batas dan nilai-nilai iffah ditinggalkan?!

Saat hari pertama pasca pernikahan dgn Fatimah, Nabi saw bertanya kpd Sayyidina Ali, bagaimana kau menilai Fatimah? Ali menjawab, Ni'mal 'aun fi tha'atillah ( sebaik-baik penolong dlm ketaatan kpd Allah). Maka, wahai para istri, sudahkah kamu menjadi sahabat dan penolong terbaik bagi suami kalian dalam mendekatkan diri kpd Allah?!

Pernakah kalian mengajak suami kalian berdoa dan bermunajat serta tadarusan bersama?!
Sudahkah kalian mengurusi suami kalian dgn baik dan ikhlas?!

Saat Fatimah wafat,  Ali- dgn derai air mata yg membasahi pipi--secara emosional dan menyentuh berujar: :Aku serahkan amanat dan titipanmu ya Rasul saw sesuai dgn perintah dan pesanmu, tanpa cela dan cacat secara spiritual dan moral. Aku rela padanya dan dia pun rela padaku."

Maka, wahai para suami, sudahkah kalian menjaga istri kalian dgn sebaik mungkin?! Apakah lisan kalian tdk menyakiti istri? Apakah tangan kalian tdk gampang melayang dan mulut kalian tdk memaki hanya urusan sambel kurang pedes, kopi kurang pahit dan masakan kurang lezat?! Apakah kalian dapat menjaga amanat Ilahi yg besar ini, mitsaqan ghalizha (janji agung)?!

Apakah perilaku kalian memuaskan istri kalian?! Apakah rumah tangga kalian benar-benar menjadi madrasah yg saling asah, saling asih dan saling asuh?! Apakah kalian para suami hanya memposisikan sbg guru dan tidak mau jadi murid (tdk mau belajar dan menerima kritik)?! Apakah kalian gengsi menerima saran dan tegoran serta kritikan istri yang membangun?! Apakah cinta kalian thdp istri tulus alias for nothing or because something?!

Dan akhirnya, hari ini kita memperingati Milad Fatimah az Zahra, tgl 20 Jumadil Akhir. Kelahiran Fatimah berarti kelahiran cahaya dan terbitnya hidayah. Mentari Fatimah terbit dan tdk pernah tenggelam dalam hati pencintanya. Dosa dan kebodohanlah yg menenggelamkan kita dan kemudian menjauhkan kita dari bahtera Fatimah. Kelalaian kitalah yg membuat warisan dan pustaka Az-Zahra terabaikan dan terlupakan.

Tidak cukup hanya mengatakan, aku pecinta atau keturunan Fatimah tanpa disertai usaha serius menapaktilasi jalan dan gagasan Fatimiyyah serta menyuntikkan semangat dan gelora Fatimi dalam setiap derap langkah kita dan setiap mengambil keputusan yg kita ambil.

Cinta Fatimah tanpa makrifat dan upaya meneladani dan mengikuti, serta keharmonisan langkah pecinta dan yg dicintai adalah omong kosong dan spt pepatah tong kosong nyaring bunyinya. Berapa kali Anda merayakan Milad Fatimah?! Lalu apa hubungan milad ini dgn hutang yg blm Anda bayar, padahal Anda punya uang lebih?! Apa benang merah milad ini dgn akhlak buruk yg masih menjadi ciri khas Anda?! Memperingati Milad Fatimah, tp sholat tdk tepat waktu, bahkan terbiasa meng-qadha sholat, kok bisa?!

Milad Fatimah, tp mulutnya tetap menyakiti org lain, kok bisa?! Milad Fatimah, tp anak-suami atau istrinya tdk puas dgn sikapnya, kok bisa?! Milad Fatimah, tp kurang peduli dgn sesama, kok bisa?! Milad Fatimah, tp bakhilnya minta ampun, kok bisa?!

Bila manusia selembut dan sedahsyat Fatimah belum mampu mengubah Anda, siapa gerangan yg mampu mengubah Anda?! Apa artinya Milad ini kl tidak disertai perubahan dari yg buruk menjadi baik, dari yg baik menjadi lebih baik, dan dari yg
lebih baik menjadi yg terbaik. Bila hari ini sama dgn hari kemarin itu kerugian dan kebodohan, demikian kata Sayyidina Ali.

Marilah peringatan Milad Fatimah kita jadikan momentum evaluasi diri dan introspeksi diri bahwa Fatimah telah memberikan segalanya bagi kita, lalu apa yg kita berikan kpd beliau?!

Kisah hidup dan nilai yg ditawarkan oleh az Zahra  harus selalu menjadi inspirasi kehidupan kita. Jadi, Milad ash Shiddiqah ath Thahirah Fatimah az Zahra yg sebagian merayakannya sbg hari wanita sedunia tdk hanya disimbolkan dgn pemberian bunga thdp orang-orang yg kita cintai, spt ibu, saudari, istri, dan putri kita, tp lebih daripada itu bagaimana kita mampu mentransfer akhlak Fatimiyyah dlm diri kita sehingga membuat orang-orang di sekitar kita berbunga-bunga. Dengan, kata lain menperingati hari kelahiran Fatimah bermakna mentransformasi diri biasa menjadi luar biasa; diri kurang menjadi lengkap dan sempurna. Di samping itu, kita juga perlu merekontruksi bangunan pola pikir dan paradigma kita dgn kontruksi pola pikir ala Fatimah. Krn biasanya kegagalan mengubah pola sikap itu didahului atau dilatarbelakangi kegagalan mengubah pola pikir. Dan  kegagalan melakukan transformasi (perubahan) di dua sisi tersebut menyebabkan Fatimah yg begitu terpuji dan tersanjung dalam teks/ literatur keagamaan justru terpasung oleh pengikut dan pencintanya sendiri.

Terakhir aku ucapkan Salam kepadamu wahai putri Nabi saw di saat engkau dilahirkan, Salam kepadamu saat engkau mengorbankan segalanya demi Kebenaran, Salam kepadamu saat engkau wafat dalam keadaan syahid dan didzalimi dan salam atasmu saat dibangkitkan nanti untuk memberi syafaat kepada pengikut dan pecintanya.. Ya Wajihataan Indallah, Isyfa'i Lanaa Indallah

-Abuthalib Husein Almuhdar-

#Fathimah Azzahra (SA)
#Proud of Fathimah
#Kami bangga atas kelahiran Fathimah
#Wiladah
#20JumadiTsani

Friday, April 1, 2016

Ziarah Sayyidah Fathimah Zahra (SA)

*📜           زيارة              📜

🙌  بسم الله الرحمن الرحيم

✋ السَّلامُ عَلَيْكِ يابِنْتَ رَسُولِ الله،
✋ السَّلامُ عَلَيْكِ يابِنْتَ نَبِيِّ الله،
✋ السَّلامُ عَلَيْكِ يا بِنْتَ حَبِيبِ الله،
✋ السَّلامُ عَلَيْكِ يابِنْتَ خَلِيلِ الله،
✋ السَّلامُ عَلَيْكِ يابِنْتَ صَفِيِّ الله،
✋ السَّلامُ عَلَيْكِ يابِنْتَ أَمِينِ الله،
✋ السَّلامُ عَلَيْكِ يابِنْتَ خَيْرِ خَلْقِ الله،
✋ السَّلامُ عَلَيْكِ يابِنْتَ أَفْضَلِ أَنْبِياءِ الله وَرُسُلِهِ وَمَلائِكَتِهِ،
✋ السَّلامُ عَلَيْكِ يابِنْتَ خَيْرِ البَرِيَّةِ،
✋ السَّلامُ عَلَيْكِ ياسَيِّدَةَ نِساءِ العالَمِينَ مِنَ الأوَّلِينَ وَالآخِرِينَ،
✋ السَّلامُ عَلَيْكِ يا زَوْجَةَ وَلِيِّ الله وَخَيْرِ الخَلْقِ بَعْدَ رَسُولِ الله،
✋ السَّلامُ عَلَيْكِ ياأُمَّ الحَسَنِ وَالحُسَيْنِ سَيِّدَيْ شَبابِ أَهْلِ الجَنَّةِ،
✋ السَّلامُ عَلَيْكِ أَيَّتُها الصِّدِّيقَةُ الشَّهِيدَةُ،
✋ السَّلامُ عَلَيْكِ أَيَّتُها الرَّضِيَّةُ المَرْضِيَّةُ،
✋ السَّلامُ عَلَيْكَ أَيَّتُها الفاضِلَةُ الزَّكِيَّةُ،
✋ السَّلامُ عَلَيْكَ أَيَّتُها الحَوْراءُ الاِنْسِيَّةُ،
✋ السَّلامُ عَلَيْكَ أَيَّتُها التَّقِيَّةُ النَّقِيَّةُ،
✋ السَّلامُ عَلَيْكَ أَيَّتُها المُحَدَّثَةُ العَلِيمَةُ ،
✋ السَّلامُ عَلَيْكَ أَيَّتُها المَظْلُومَةُ المَغْصُوبَةُ ،
✋ السَّلامُ عَلَيْكَ أَيَّتُها المُضْطَهَدَةُ المَقْهُورَةُ ،
✋ السَّلامُ عَلَيْكَ يافاطِمَةُ بِنْتَ رَسُولِ الله وَرَحْمَةُ الله وَبَرَكاتُهُ.
🙌  صَلَّى الله عَلَيْكِ وَعَلى رُوحِكِ وَبَدَنِكِ أَشْهَدُ أَنَّكِ مَضَيْتِ عَلى بَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّكِ وَأَنَّ مَنْ سَرَّكِ فَقَدْ سَرَّ رَسُولَ الله صَلّى الله عَلَيْهِ وَآلِه،ِ وَمَنْ جَفاكِ فَقَدْ جَفا رَسُولَ اللهِ، وَمَنْ آذاكِ فَقَدْ آذى رَسُولَ الله صَلّى الله عَلَيْهِ وَآلِه،ِ وَمَنْ وَصَلَكِ فَقَدْ وَصَلَ رَسُولَ الله صَّلى الله عَلَيْهِ وَآلِه،ِ وَمَنْ قَطَعَكِ فَقَدْ قَطَعَ رَسُولَ الله صَلّى الله عَلَيْهِ وَآلِهِ، لاَنَّكِ بِضْعَةٌ مِنْهُ وَرُوحُهُ الَّتِي بَيْنَ جَنْبَيْهِ،
👋 أُشْهِدُ الله وَرُسُلَهُ وَمَلائِكَتَهُ أَنِّي راضٍ عَمَّنْ رَضِيتِ عَنْه،ُ ساخِطٌ عَلى مَنْ سَخَطْتِ عَلَيْهِ مُتَبَرِّيٌ مِمَّنْ تَبَرَّئْتِ مِنْهُ مُوالٍ لِمَنْ وَالَيْتِ، مُعادٍ لِمَنْ عادَيْتِ، مُبْغِضٌ لِمَنْ أَبْغَضْتِ، مُحِبُّ لِمَنْ أَحْبَبْتِ، وَكَفى بِالله شَهِيداً وَحَسِيباً وَجازِياً وَمُثِيباً
✋ 

Salam atasmu duhai putri Rasulullah. Salam atasmu duhai putri Nabi Allah. Salam atasmu duhai putri kekasih Allah. Salam atasmu duhai putri kesayangan Allah Salam atasmu duhai putri pilihan Allah. Salam atasmu duhai putri kepercayaan Allah. Salam atasmu duhai putri makhluk terbaik Allah Salam atasmu duhai putri Nabi yang paling utama, putri Rasul yang paling utama dan mailakatnya Salam atasmu duhai putri manusia terbaik. Salam atasmu duhai penghulu wanita semua alam, dari yang pertama dan terakhir. Salam atasmu duhai istri wali Allah, sebaik-baik makhluk setelah Rasulullah saw. Salam atasmu duhai bunda Al-Hasan dan Al-Husain penghulu pemuda ahli surga. Salam atasmu duhai as-shiddiqah dan as- syahiidah. Salam atasmu duhai yang rela dan direlai. Salam atasmu duhai yang utama dan suci. Salam atasmu duhai manusia bidadari. Salam atasmu duhai yang taqwa dan suci. Salam atasmu duhai yang berbicara dengan malaikat dan yang alim. Salam atasmu duhai yang teraniaya dan yang dirampas. Salam atasmu duhai yang diperah dan dikuasai haknya. Salam atasmu duhai Fathimah, putri Rasul, semoga rahmat Allah juga berkah-Nya (dilipahkan atasmu). Semoga shalawat Allah selalu atasmu, ruhmu dan jasadmu, aku bersaksi bahwa engkau berada di atas kebenaran dari Tuhanmu, dan siapa yang telah menyenangkanmu, berarti telah menyenangkan Rasul Allah saw. Siapa yang menyakitimu berarti menyakiti Rasulullah saw. Siapa yang menghubungimu berarti menghubungi Rasulullah saw. Siapa yang memutuskan hubungan denganmu berarti telah memutuskan hubungan dengan Rasulullah saw. Karena engkaulah darah dagingnya, serta ruhnya yang ada pada kedua sampingnya Sebagaimana sabda Rasulullah saw,‘Saya mempersaksikan pada Allah, rasul-rasul dan para malaikat-Nya bahwa saya rela dari siapa yang engkau relai (wahai Fathimah) dan murka pada siapa yang engkau murkai Saya berlepas diri dari orang yang engkau berlepas diri darinya, Saya mencintai pada siapa yang engkau cintai, Saya memusuhi pada siapa yang engkau musuhi, Saya marah pada siapa yang engkau marahi, Saya sayang pada siapa yang engkau sayangi. Cukuplah Allah sebagai saksi, Yang akan memperhitungkan, Yang akan membalas dan mengganjar.     

*زيارت حضرت فاطمه زهراء(عليها السلام) اَلسَّلامُ عَلَيْكِ يا مُمْتَحَنَةُ، امْتَحَنَكِ الَّذي خَلَقَكِ، فَوَجَدَكِ لِمَا امْتَحَنَكِ صابِرَةً، اَنَا لَكِ مُصَدِّقٌ، صابِرٌ عَلي ما اَتي بِهِ اَبُوكِ وَوَصِيُّهُ، صَلَواتُ اللهِ عَلَيْهِما، وَاَنـَا اَسْئَلُكِ اِنْ كُنْتُ صَدَّقْتُكِ اِلاّ اَلْحَقْتِني بِتَصْديقي لَهُما لِتُسَرَّ نَفْسي فَاشْهَدي اَنّي ظاهِرٌبِوَِلايَتِكِ، وَوَِلايَةِ آلِ بَيْتِكِ صَلَواتُ اللهِ عَلَيْهِمْ اَجْمَعينَ.

*Ziarah Bunda Sayyidah Fathimah Az-Zahra’ a.s.

Telah diriwayatkan bahwa barang siapa berziarah padanya (Fathimah Az-Zahra‘a.s.) dengan menggunakan Ziarah ini dan memohon ampun pada ALLAH SWT, niscaya Allah akan mengampuninya dan memasukkannya ke dalam 'Keadaan Surga'.

اله بحق فاطمه و ابيها و بعلها و بنيها و سر المستودع فيها ...

Sholawat.. ...

Saturday, March 26, 2016

Sadarilah, HEDONISME Merajalela


"When Karaoke is your Hobby"

            Tak banyak orang menyadari bahwa saat ini ia sedang hidup di dalam perangkap budaya hedonisme. Hedonisme yang merupakan strategi halus orang barat dalam menjatuhkan kaum muslimin ini telah berkembang pesat dan berhasil masuk ke dalam kehidupan setiap orang, terutama generasi muda. Lalu, bagaimana hedonisme dapat membudaya sedemikian rupa  sehingga banyak orang tidak menyadari bahayanya? Persoalan ini penting dibahas guna mengingatkan kembali akan bahaya hedonisme yang tanpa disadari sudah menyebar luas ke seluruh lapisan masyarakat. Sehingga dengan mengetahui bahaya hedonisme, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan berhati-hati dalam bergaul, terutama bagi umat muslim.

Istilah hedonisme pertama kali dikenalkan oleh filsuf Yunani Kuno bernama Democritus. Ia mengatakan bahwa kesenangan merupakan salah satu tujuan pokok yang ada di dalam hidup ini. Sehingga menurutnya, hedonisme adalah suatu pandangan yang menjadikan kesenangan dan kebahagiaan dunia sebagai tujuan hidup seseorang. Pengertian ini sesuai dengan apa yang tertera di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, dimana hedonisme diartikan sebagai pandangan yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama dalam hidup (KBBI, edisi ketiga, 2001).

Hedonisme berkembang pesat seiring dengan berkembangnya globalisasi barat. Ibarat sebuah magnet, globalisasi barat sangat kuat menyita perhatian dan memengaruhi masyarakat untuk mengubah gaya hidup yang serba kekinian sehingga mendorong mereka untuk menjadi masyarakat yang hedonis. Di era inilah penguasa barat menjalankan misinya. Hedonisme menjadi salah satu propaganda orang barat dalam upayanya menjatuhkan umat Islam. Dalam mengembangkannya, mereka mengemas budaya-budaya barat sedemikian rupa sehingga masyarakat Indonesia tergiur untuk mengikutinya. Budaya-budaya barat tersebut terus berkembang dan semakin banyak diikuti oleh semua kalangan. Bukan hanya masyarakat awam, bahkan kaum muslimin yang gemar beribadahpun tak sedikit yang terseret mengikuti tren budaya barat. Salah satu contoh nyata yang fenomenal adalah kecenderungan para muslimah yang menjadikan model busana sebagai salah satu hal penting yang harus diperhatikan. Kebanyakan dari mereka berbusana dengan mengikuti fashion terkini yang memiliki banyak variasi gaya sehingga cenderung menonjolkan kecantikan. Tahukah Anda, bahwa fenomena semacam ini adalah salah satu dari sekian banyak sifat hedon? Sayangnya banyak orang yang tidak jeli dengan apa yang sedang menimpanya saat ini.

"When the world deceive you. Then you don't realize what wrong with you."

         
Contoh lain dari hedonisme yang paling banyak memakan korban yaitu budaya konsumtif dan bekerja hingga lupa waktu. Budaya konsumtif saat ini sudah menjadi budaya akut yang susah dihindari oleh semua kalangan. Adapun perilaku-perilaku yang termasuk dalam budaya konsumtif di antaranya yaitu; berhura-hura, selalu memperbarui gaya sesuai dengan model terbaru, makan di restoran mahal, belanja berlebihan, dan lain sebagainya. Mirisnya perilaku-perilaku konsumtif tersebut sudah menjadi kebiasaan yang dianggap lumrah bagi sebagian orang. Bukan hanya budaya konsumtif, fenomena yang sama juga terjadi pada orang-orang yang menikmati pekerjaannya  hingga lupa waktu. Orang-orang semacam ini selalu menempakan urusan duniawinya pada urutan teratas dan terpenting. Misalnya, perilaku pekerja yang bekerja hingga lupa waktu sholat. Bukan hanya itu, tak jarang pula orang-orang semacam ini yang terbuai dengan jabatan yang diamanahkan padanya hingga akhirnya menjadi koruptor. Selain pekerja, hal ini juga terjadi pada generasi muda seperti mahasiswa. Kita pasti sering menjumpai banyak sekali mahasiswa yang menjalankan rutinitas perkuliahannya hingga mereka lupa bahwa menjadi sukses setelah kuliah itu bukan  tujuan akhir dari kehidupan.


Budaya hedonisme memang sudah membutakan generasi muda. Hal ini terjadi karena usia mereka yang belum cukup dewasa sehingga masih sangat labil dan selalu berkeinginan untuk mencoba hal baru. Anak muda jaman sekarang sudah terperdaya dengan kenikmatan-kenikmatan duniawi sehingga yang mereka kejar adalah ridho dari manusia. Sebagaimana yang diutarakan oleh Dr Ali Syari’ati, beliau berkata bahwa tantangan terbesar bagi remaja muslim saat ini adalah budaya hedonisme (kesenangan adalah hal yang paling penting dalam hidup) yang seolah sudah mengurat nadi. Budaya yang bertentangan dengan ajaran Islam ini digemari dan dijadikan sebagai gaya hidup (life style) kawula muda masa kini, kaya atau miskin, ningrat atau jelata, sarjana atau kaum proletar, di desa ataupun di kota seolah sepakat menjadikan hedonisme yang sejatinya kebiasaan hidup orang barat ini sebagai tauladan dalam pergaulannya. Firman Allah SWT, "...dan orang-orang yang zalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka, dan mereka adalah orang-orang yang berdosa." (Q.S. Hud : 116).

Hedonisme merupakan pandangan yang sangat menyimpang dari ajaran Islam. Dimana menjadikan kebahagiaan duniawi sebagai tujuan hidup adalah pandangan orang-orang kafir yang tidak percaya akan adanya kehidupan di akhirat. Sedangkan dalam Islam, dunia hanyalah sebuah jembatan penghubung antara alam ruh dengan alam akhirat. Dengan kata lain, Islam tidak hanya memandang aspek duniawi, tetapi juga ukhrowi. Dan aspek ukhrowi inilah yang menjadi tujuan akhir semua makhluk untuk mendapatkan ridho dari Tuhannya.

Kita sebagai umat muslim yang mengaku menjunjung tinggi nilai-nilai Islam, sepatutnya merenungi fenomena ini. Kita perlu berkaca, apakah kita termasuk bagian dari korban hedonisme atau bukan. Apakah kita sudah sepenuhnya mengharap ridho hanya kepada Tuhan atau juga kepada selainnya. Kita sangat butuh mengintrospeksi diri sendiri guna melindungi diri dari bahaya hedonisme. Baru setelah itu kita dapat berpikir, apa yang seharusnya kita lakukan.
         
Dari penjabaran di atas, dapat kita simpulkan bahwa hedonisme (kesenangan merupakan hal yang paling penting dalam hidup) adalah suatu pandangan yang menyimpang dari syariat Islam sehingga sangat berbahaya bagi kaum muslimin. Lalu, bagaimana hedonisme dapat membudaya hingga sedemikian rupa? Inilah permasalahan yang tidak banyak diketahui, bahwa melalui hedonismelah musuh-musuh Islam dapat menjalankan misinya dalam menghancurkan umat Islam. Maka dari itu, diharapkan kaum muslimin dapat lebih waspada dalam menghadapi propaganda halus tersebut.




So, what should we do?

—SEDERHANAKANLAH DIRIMU dengan senantiasa menjadikan “ZUHUD” sebagai kunci utama meraih kebahagiaan!!

Mari sama-sama berbenah! Anda, dan saya. Kami sama-sama belajar dan sama-sama berikhtiar –memerangi sifat hedon yang diam-diam menyusup ke dalam diri setiap dari kami—Anda dan saya.


SELAMAT BERJUANG MELAWAN HEDONISME KAWAN!!


#be smart
#be brave
#be awesome

Smg-Jpr, 26/03/2016
-dfz-

            

Thursday, March 24, 2016

๐Ÿ’ IKHLASKAN Apa yang Telah Engkau Persembahkan ๐Ÿ’



"Ikhlas itu ilmu tingkat tinggi. Jadi, hanya orang-orang hebatlah yang dapat menggapainya dan memenuhi relung hatinya dengan ilmu ini."

Jika kita menginginkan kebahagiaan dan ketenangan jiwa, maka jangan abaikan keikhlasan. Tanamkan sifat ikhlas di tanah sanubari yang terdalam, agar kelak sifat ini tumbuh kokoh tak tergoyahkan.

Orang-orang yang telah memiliki sifat ini hatinya akan damai, pikiran pun jernih, dan terhindar dari kekecewaan serta jauh dari rasa sakit hati. Mereka murni beramal karena Allah Ta'ala. Tujuannya hanya fokus membuat senang Tuhannya, bukan makhlukNya. Tidak akan pernah kecewa (apalagi sakit hati) jika amal-amal kebaikan kebaikan yang telah mereka persembahkan tidak dihargai, diabaikan, atau mungkin justru dibalas dengan perbuatan buruk. Karena sedikitpun mereka tidak menoleh kepada manusia. Maka mereka menganggap ujian dan cacian tak ubahnya debu yang menempel ditubuh, hanya dengan sekali tiupan akan hilang seketika. Oleh karena itu, mereka tidak senang ketika dipuji, dan tidak sakit atau kecewa ketika dicaci.

Apabila mereka berbuat kebaikan kepada orang-orang disekelilingnya, mereka tidak akan menghentikannya hanya karena orang-orang disekitarnya tidak menghargai pemberiannya, atau bahkan menghina dan merendahkan pemberiannya. 

Nah, ikhlas inilah yang akan mengantarkan para pemiliknya kepada diterima amal-amalnya di hadapan Allah Ta'ala kelak. Seorang ulama mengatakan, "Sungguh, secuil amal yang diperbuat dengan ikhlas akan lebih bermanfaat daripada segunung amal yang dilakukan tanpa ikhlas."

Yang memiliki ilmu, jangan bangga dulu sebelum mengamalkannya. Yang telah beramal, jangan senang dulu sebelum mewarnainya dengan keikhlasan yang sempurna. Karena hakikatnya, ilmu dan amal tanpa keikhlasan tidak ada bedanya dengan fatamorgana. Seperti ada, tapi hakikatnya tidak sama sekali.

Jadi, nyatalah bahwa kebahagiaan itu hanya bisa diraih oleh orang-orang yang ikhlas, karena hanya merekalah yang tidak pernah kecewa dan terluka hatinya. Ketahuilah, kebahagiaan itu berada di dalam hati. Sebaliknya, orang yang pamrih tidak akan dapat meneguk air kebahagiaan, walaupun setetes! Karena di dalam hatinya telah dipenuhi oleh air comberan pengharapan kepada makhluk yang berujung dengan kekecewaan dan penyesalan.

Selamat mendalami ilmu tingkat tinggi ini!

Dikutip dari : "Jangan Galau!" karya Ahmad Zahrudin M. Nafis



Mari sama-sama belajar untuk senantiasa menyinari hati dengan keikhlasan!! 
--Karena IKHLAS adalah OBAT HATI yang takkan pernah bisa kau beli, kecuali kau yang meraciknya sendiri.



-be honest--
--be awesome-

#semoga bermanfaat ;) 

Thursday, March 17, 2016

Wednesday, March 16, 2016

Why must be Perfect ?


Memaknai hidup.

Apalah arti memaknai hidup?

----Bahwa hidup adalah perihal menjadi sempurna. –Bahwa hidup adalah perihal permohonan hamba yang harus dipenuhi Tuhannya.

Apalah makna memaknai hidup bila esensi hidup demikian adanya?

Hidup bukanlah perihal memaksakan menjadi yang sempurna kawan!! Bukan pula perihal perjalanan panjang tanpa belokan. –Bukan demikian.

Coba pejamkan matamu. Lalu nikmati setiap hembusan nafasmu. Baru kemudian berpikirlah kembali, “Apa yang sebenarnya kau tuju? Apa yang sebenarnya kau perjuangkan? Hingga jiwa dan raga kau kerahkan. Hingga pada akhirnya airmata-pun bercecerah, yakni ketika yang kau tuju tak dapat kau genggam. Kembalilah berpikir..  Apa maumu?

Perlukah kau kejar sang sempurna hingga sedemikian rupa? Perlukah kau paksakan ketidakmampuanmu hanya untuk predikat sempurna? Untuk apa? Untuk di pujakah? Atau karna tak mau dihina?
Kemarilah kawan.. bukalah matamu. Kembalilah.. kembalilah pada alam rasionalmu.

Maka dengarlah..
Bahwa manusia itu gudangnya kesalahan. Menjadi tak bisa itu biasa. Menjadi tak menarik apalagi. Menjadi tak sempurna?—Itu adalah suatu keniscayaan yang tiada mungkin hilang dari manusia seperti kita. Karna apa? karna kau hanyalah manusia  biasa. Jadi.. Untuk apa kau kejar predikat SEMPURNA, bila nyatanya tiada insan yang sempurna? Berhentilah. Berhentilah tuk menjadi sempurna. Berhentilah tuk paksakan diri menjadi sempurna. Karna mengejar yang sempurna tiada pernah ada habisnya.  –Obsesi.

Why? Bukankah tiap-tiap manusia memiliki kehendak bebas dalam hidupnya? Tuk menjadi dambaan atau bahkan pujaan, bagaimana bisa bila tak sempurna?

Yes, that's your choice. But look around your self first! Berapa banyak manusia yang memilih melampaui batas setelah dijatuh-cintakan oleh obsesi? Berapa banyak manusia yang dengan sadarnya menghalalkan yang haram hanya demi memperoleh keridhoan diri? Keridhoan diri? Ya, karna kebanyakan manusia selalu menomor satukan ridho dirinya sendiri sebagai motivator kinetik, hingga ia lupa akan Ridho Tuhan yang seharusnya menjadi tumpuan kehidupan.

Maka itulah.. mengejar predikat sempurna adalah suatu kesia-siaan.

Oh.. andai yang kau kejar ialah sempurnamu untukNya, maka kejarlah..! KEJARLAH sampai titik darah penghabisan. Namun nyatanya bukan demikian kawan.. Kau hanya mengejar predikat bergelar sempurna. Yakni predikat dari mereka yang memujamu hingga kau lupa rasakan lara. Begitukan yang kau mau?? Hey kau... MANUSIA-MANUSIA AKHIR ZAMAN..! APA YANG KAU KEJAR? Sudahlah.. jadilah apa adanya kamu.Syukuri, nikmati, perbaiki. Karna semakin kau inginkan kesempurnaan, maka semakin jauh kau dari rasa kebersyukuran.

Maka bersyukurlah.. Berjuanglah.. Berikhtiarlah.. semampu jiwa ragamu,  semaksimal puncak potensimu, pun sebaik-baik versi terbaik dari dirimu. Dan tunggulah, niscaya esok atau lusa “Yang Terbaik” akan menjulukimu. Cukup menjadi yang terbaik. Versi terbaik dari dirimu. Cukup.


Karna yang terbaik tiada pernah menuntut kesempurnaan.  :)




#Belajar bersyukur
#Belajar memaknai hidup

#Memaknai hidup (1)




Semarang, 16/03/2016

-dfz- 

Friday, March 11, 2016

Tak Makna

Semarang, 11 Maret 2016


Untuk yang pertama kalinya aku memberanikan diri untuk menggerakkan jemariku kembali, Tepat setelah 2,764,800 detik lamanya ia termatisurikan oleh takdir kelam. Kini untuk yang pertama kalinya aku memberanikan diri. Memberanikan diri menyapamu lagi melalui tulisan tak bermaknaku ini.
Sebenarnya aku tahu persis, tiada makna aku menulis. Tiada yang dapat kuperoleh dariku menulis. Pun tiada kau yang kan acuhkanku menulis. Tapi entahlah aku tetap ingin menulis malam ini -saat ini. -Di menit, -di detik ketika aku tak tahu lagi dengan cara apa aku meluapkan  rasa rinduku. Ya, aku merindu. Aku merindumu. Teramat. Dan sangat. 

Aku merindu. Merindumu sebagai sahabat lama yang kini telah menjadi kekasih orang. Merindumu sebagai sahabat terkasih yang dulu selalu singgah dalam angan. Pun sebagai sahabat dalam jiwa yang sekarang sedang hanyut dalam kebahagiaan. HEY.. bolehkah aku menyapamu? Sekali ini saja. Bolehkah aku menyapamu? Setelah sekian juta detik kita tak lagi bercakap, setelah sekian ratus ribu menit kita tak lagi bertatap. Bolehkah aku menyapamu sebagai teman lama yang merindu? 

.
.
.


A P A  K A B A R ??

.
.
.


Apa kabar kau, lelaki orang? Kau baik-kan??

Ahh sudah. Aku tak perlu jawabanmu. Pun tak perlu sapaanmu kembali. Karna mendoa perihal kebahagiaanmu, sudah cukup bagiku. Sehingga tanpa jawabmu, aku yakin kau pasti selalu dan senantiasa terjaga. Terjaga dalam cintaNya, pun dalam bahagia. Hmm.. apalagi sekarang kau sudah punya 'dia', dan mereka bilang kau sangat berbahagia atas hadirnya. Haha, akhirnya bahagiamu datang juga. Maka itulah, aku tahu diri. Aku tahu diri untuk tak harapkan sapaan darimu lagi. Sungguh, aku tahu diri lelaki, dan akupun tahu sapaanku ini takkan mungkin mengenaimu, Karna tak mungkin seorang lelaki sombong sepertimu kan luangkan waktu untuk sekedar menoleh ke tempat dimana kutuliskan segalaku tentangmu. dan teramat sangat tak mungkin bila sosok lelaki seperti kau masih sudi mengingat sosok lusuh sepertiku, apalagi setelah kau berhasil dapatkan apa yang kau mau. kau ingatkan apa katamu dulu? kau bilang, kau adalah KAU yang mudah terbawa arus kesombongan. dan sekarang kau sudah berbahagia dengan buah surgawi yang berhasil kau petik dari tangismu pasca tahajjudmu dulu. kau sudah mendapatkan bingkisan terindah dari Tuhan. kau sudah berhasil lelaki!! maka sekali lagi ku gaungkan, "SELAMAT. SELAMAT. DAN SELAMAT. SEMOGA KEKAL HINGGA AKHIR HAYAT."


HAHAHH :') semakin kesini aku jadi semakin mual. Mual menulis tulisanku sendiri yang semakin nyeleneh, OVER, dan tak beraturan-___- Namun entahlah.. Aku masih tetap ingin menulis. Entah kau kan dengarkan atau tidak. Entah kau kan acuhkan atau tak sama sekali. Aku hanya ingin menulis. Menulis tentangmu hingga bongkahan rindu yang sekian lama tersimpan dalam kalbu dapat sedikit saja mencair. Mencair dan kemudian mengalir menjadi muara ikhlas hiasi kedua sudut bola mata. Biarlah. Biarlah ia mencair. Biarlah ia mengalir bagai gerimis hujan yang menyisakan lebam melingkar di tiap sisi tempatnya keluar. 

-----OH ANDAI AIR MATA DAPAT MEMBUKTIKAN CINTA, MAKA IA AKAN SELALU MENETES UNTUKMU. :')



Lelaki, maafkan aku. Maafkan aku yang telah menghakimimu sebagai sosok yang jahat dan bersalah dalam segala hal. Maafkan aku karna telah memarahimu melalui segala kecamuk yang tak bisa ku utarakan. Mohon maafkan aku. 

Lelaki, kau benar. Bahwa aku masih berada di awal pendakian. Dan masih ada berpuluh2 tahun untukku mengarungi hidup. "Kalo umurmu 60 tahun, kau masih punya 40 tahun lagi utk hidup. Tanpa ayah. Dan itu bukan perkara mudah." katamu dulu. Kau ingat itu?
Lelaki, maafkan aku karna pernah miliki niat tak kan menyapamu kembali. Tapi ketahuilah, jauh di dalam kalbu aku teramat menginginkanmu utk menjadi sahabat dan teman curhat di duniaku juga akhiratku. Hanya sahabat. Sahabat. Sahabat sejiwa tempatku luapkan segala kegundahan, pun kerinduan. Aku ingin, aku selalu miliki hak untuk dapat menyapamu dan berbagi lara. Aku ingin selalu bisa mengatakan, "Aku rindu ayah.. aku rindu ayah.. aku..." dan segala cerita tentang rinduku yang tak berujung padanya. Aku ingin kita masih diberi hak untuk saling berbagi cerita, berbagi lara, pun bahagia. Tapi nyatanya semua itu hanya menjadi harapan dalam angan. Tak bisa ku lakukan. Karna aku tak berhak. Ya, aku tak berhak berbagi suka dan duka denganmu lagi. Aku akan kehilanganmu lelaki.. aku akan kehilangan sahabat sepertimu. Karna kau sudah punya dia, dia yang berhak dan berkewajiban dengarkan segala keluhmu. Dan aku? Hanyalah teman. Dan bahkan bila kau anggap aku sahabatpun, itu takkan menjadikan aku miliki hak untuk berbagi lara denganmu. Kita takkan menjadi saling. Dan aku sadar itu. Sadar sesadar2nya dalam ketahudirian. Karna itulah aku kehilanganmu. Kehilangan sahabat sejiwa sepertimu. Dan pada akhirnya takdir kita yang hampir sama ini hanya dapat ku kenang sebagai tragedi 'kebetulan' yang menjaraki kita untuk dapat sekedar berbagi --suka maupun duka. Ya, kita takkan selamanya bisa berbagi. Cukup. Aku kehilanganmu. Selamanya.
Lelaki, kau berhak bahagia. 

YA, KAU BERHAK BAHAGIA.  :')

#Memaknai Kehilangan (1)



13/03/16
-dfz-


Sunday, February 14, 2016

Berbahagialah sayang!!

Berbahagialah di atas deritaku yang menganga!!

Sekalipun harusku menua di dalamnya, di dalam kobaran api kecemburuan, pun di dalam kesakitan yang entah sampai kapan menyayatku dalam tangisan,

Tak mengapa sayang. 

Asal kau bahagia. 

:') :" :')






Untukmu, 
lelaki yang tak berperasaan -tapi tetap saja ku maafkan-- 

Categories

Follow me on Facebook

Follow me on Tumblr

Writing is the most fun you can have by yourself. - Terry Pratchett

Powered by Blogger.
Adsense Indonesia

About Author

Hamba Tuhan yang sedang belajar menulis.

Video of Day | Click on the link below to download the video!

Popular Posts