123, Example Street, City 123@abc.com 123-456-7890 lasantha.wam

Writing is the most fun you can have by yourself. - Terry Pratchett

Monday, October 24, 2016

Penyakit Kronis Kaum Hawa #2

Pernah suatu hari saya terheran, menerka-nerka mengapa sikap dosen kesayangan saya tak seceria biasanya. Ada apa gerangan? Beliau seperti sedang kecewa, entah dengan siapa. Seakan mau mengutarakan kekecewaannya, beliau pun berkata,
"Sekarang penyakit TIDAK PERCAYA DIRI sudah menggerogoti KAUM HAWA nak."
"Maksud ibu?" tanyaku tak paham.
"Lihat saja sekarang, segala upaya di lakukan utk menarik perhatian," kata beliau menjelaskan.
Saya yang sudah berusaha keras untuk memahami tapi tidak juga paham pun kembali bertanya, "Perhatian bu?"
Seakan tahu gelagat saya yang kebingungan, beliau pun menjelaskan lebih panjang,
"Wanita yang Percaya Diri pasti yakin, TANPA HARUS memamerkan perhiasan berharga miliknya pun ia sudah bisa membuat seorang atau bahkan lebih kaum adam jatuh hati padanya. Jika benar ia PERCAYA DIRI maka ia tak akan malu dan justru akan sangat bangga ketika mengenakan pakaiannya--yang berbahan tebal, longgar, serta lebar, --menutupi seluruh perhiasan yang ada padanya. Dan jika ia memang benar-benar wanita yang PERCAYA DIRI, maka sekejappun takkan pernah ia biarkan martabatnya jatuh karena tingkah lakunya yg tak mengenal akhlak."
Saking khusyu'nya mencerna perkataan beliau, saya jadi terbengong.
"Can you catch what I mean, dear?" lanjutnya yang spontan membuat saya sadar dari keterbengongan itu.
Dengan sigap saya pun menjawab, "Siap bu.. saya mengerti. Hanya saja saya tidak pernah berpikir kearah itu. Mengkorelasikan antara ketidak-percayaan diri dengan pemakaian hijab. Itu pembicaraan yang sangat menarik bu.. hehe"

Cukup menggelitik bukan, apa yang yang telah beliau utarakan?
Bagi saya, apa yang diutarakan ibu dosen memang benar adanya. Mengapa?

Coba cermati kalimat ini, “I feel more confident without  hijab. And I’m so unconfident wearing it.. No, I don’t wanna wear it. Coz It just cover my beauty. So, if I wear it, I’m not pretty.”

Kalimat di atas adalah salah satu contoh alasan yang dilontarkan kaum wanita muslim atas ketidakinginannya dalam mengenakan hijab. Meskipun kalimat tersebut hanyalah hasil dari asumsi saya pribadi, akan tetapi saya bisa pastikan bahwa kalimat tersebut pasti pernah atau bahkan selalu hadir di dalam setiap hati mereka––para wanita yang KTPnya berstatuskan “Islam” akan tetapi enggan mengenakan hijab. Ketidakpercayaan diri inilah yang tanpa disadari menjadi motivasi terbesar mereka untuk tetap berpenampilan terbuka, --menonjolkan bagian-bagian dari fisiknya yang dapat membahagiakan setiap mata yang melihatnya. Percayakah Anda?

Mari sejenak kita berkaca pada fenomena-fenomena berbau ‘wanita’ di negeri Nusantara. Apakah masyarakat di negeri ini mengenal yang namanya prostitusi? Tentu jawabannya adalah Ya. Mengapa? Tentu sebagian besar akan menjawab, karena banyaknya kasus dan berita. Atas dasar apa mereka melakukannya? Kalian pun pasti akan melontarkan berbagai macam persepsi. Entah karena intensitas hasrat seksualnya yang tinggi, keinginan mendapatkan kepuasan seksual yang berlebihan, pun alasan-alasan lain yang kesemuanya sangat erat kaitannya dengan “perilaku menarik perhatian lawan jenis”.

Apa buktinya? Tentu saja, pakaian-pakaian mereka yang super vulgare adalah hal pertama yang bisa disoroti. Lalu, penampilan mereka dalam berias atau menggunakan make up yang berlebihan, perilaku mereka yang seolah-olah ingin memperlihatkan ke-sexy-an, bahkan sampai pada tindakan mengoperasi bagian fisik tertentu sebagai upaya menutupi kekurangan dan mempercantik diri.

Menurut Anda, apakah orang-orang semacam itu memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi terhadap dirinya? Percaya diri dengan tindakan-tindakan mempercantik diri misalnya, atau berpenampilan seperti bintang Hollywood misalnya. Apakah perilaku-perilaku tersebut mencerminkan kepercayaan diri yang tinggi? Apakah mereka –yang berperilaku seperti itu adalah orang-orang yang bisa menerima keadaan dirinya sendiri beserta seluruh kekurangan yang melekat padanya? Bagaimana menurut Anda?

Kalau menurut saya, orang-orang semacam itu bisa dikatakan memiliki penerimaan diri yang rendah. Dengan kata lain, mereka belum sepenuhnya bersyukur atas segala kondisi real yang dimilikinya. Sehingga apabila penerimaan dirinya rendah, maka tingkat percaya dirinya pun rendah. Sebagaimana telah kita ketahui bahwa penerimaan diri dan kepercayaan diri memiliki hubungan yang signifikan positif.

Bukan hanya prostitusi, rendahnya tingkat percaya diri kaum wanita ini juga dapat kita temui pada kehidupan sehari-hari. Apakah Anda menyadari bahwa hal-hal kecil seperti mempercantik gaya rambut, mewarnainya, berpakaian ketat, memakai pakaian di atas lutut, memakai make up tebal, dan sejenisnya, adalah beberapa cara yang dilakukan wanita dalam rangka meningkatkan percaya dirinya? Tentu saja. Hal-hal semacam itu tentu dilakukan wanita untuk meningkatkan rasa percaya diri. Ada pula yang melakukannya untuk mendapatkan perhatian dan ketertarikan dari lawan jenis atau lelaki yang diincarnya. Hal yang sudah umum bukan? Sayangnya, kebanyakan dari kita tidak memperdulikannya dan malah menganggapnya sebagai suatu yang lumrah dan biasa saja. Kebanyakan dari kita mungkin lupa bahwa ‘tidak percaya diri’ juga bisa membuat kita melakukan perbuatan-perbuatan berdosa pun melanggar norma. Ya, wanita memang banyak yang lupa, bahwa mereka sering sekali melukai Tuhannya dengan perbuatan-perbuatan asusilanya.

Dengan demikian, setujukah Anda bahwa wanita yang memamerkan auratnya atau berpakaian tidak sepatutnya adalah mereka yang memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah? Dan setujukah Anda apabila saya memiliki statement bahwa “Unconfident Disease” adalah penyakit kronis kaum wanita? (Jawab di kolom komentar ya.. :D )

Sebagai paragraf penutup, saya ingin menyimpulkan dan menambahkan beberapa hal. Pertama, menurut saya, seorang wanita yang dengan bahagianya memamerkan bentuk tubuhnya, pun memakai pakaian yang tidak sesuai dengan norma, adalah seorang wanita yang teridap penyakit “Tidak Percaya Diri”. Kedua, seorang wanita yang dapat dikatakan memiliki kepercayaan diri yang tinggi adalah dia yang dapat menjaga perilaku serta penampilannya sesuai dengan norma atau kaidah-kaidah yang dianutnya. Apabila ia seorang muslim, maka ia berhijab, menutup aurat sesuai syariat, pun berperilaku sesuai akhlak. Dan apabila ia non muslim, ia pun dapat menjaga perilakunya, tindak-tanduknya, pun penampilan yang sesuai dengan kaidah yang ditetapkan oleh agamanya. Bukankah semua agama selalu mengajarkan tentang kebaikan? Bukan hanya Islam kan? Dan yang terakhir, saya hanya ingin mengajak Anda untuk berkaca. Mengintrospeksi diri lebih tepatnya. Mari kita renungkan, sudah percaya diri kah kita? Sebesar apa rasa percaya dirinya?

Mari menjadi agen perubahan! Menjadi lebih baik mulai dari sekarang. Untuk diri sendiri, bangsa, pun negara. Bersedia kan?
Dekati Sang Ilahi! Maka tingkat percaya dirimu akan melambung tinggi!

Salam Literasi :) 

-Diah Fatimatuzzahra-

Monday, October 10, 2016

Apa Kabar Umat Muhammad? Masih Ingatkan dengan Al-Husain?

Kamu tahu, apa itu  ASYURO'
Bukan hanya sekali saya bertemu dengan umat Muhammad --yang dengan sepenuh hati mengatakan bahwa hari Asyuro' adalah hari yang *membahagiakan. Bahkan hari raya untuk bersenang-senang. Sayang sekali kan? 

APA ITU ASYURO' ? ADA APA DI 10 MUHARRAM? 

Ketika pasukan Al-Husain (72 orang) dikepung pasukan musuh (68.000 orang)

ASYURO'. PERISTIWA TERBANTAINYA CUCUNDA NABI SAW, HUSAIN BIN ALI BIN ABI THALIB SA --DI SEBUAH PADANG BERNAMA KARBALA'.  Sebuah tragedi yang menyayat hati setiap insan. 

Kala itu, Jumat 10 Muharram tahun ke-61 Hijriah.
Al-Husain seorang diri. Tiada kawan. Hanya ada lawan. Al-Husain berjuang-- sendirian. Para pembelanya sudah habis berguguran. Al-Husain meminta pertolongan, tapi tiada satupun jawaban selain cacian pun serangan dari pasukan durjana, Yazid bin Muawiyah. HUSAIN... HUSAIN DIBANTAI. DISERANG RIBUAN PEDANG. DIHUJANI RIBUAN TOMBAK. TUBUHNYA HANCUR. KENINGNYA PECAH. BERSIMBAH DARAH. HUSAIN.. HUSAIN TERJATUH. TERSUNGKUR-SUNGKUR. TERBENTUR-BENTUR. TUBUHNYA HANCUR. DIINJAK-INJAK KUDA. DITENDANG-TENDANG PARA PENDURJANA. TUBUHNYA TERBELAH-BELAH, TERPISAH DARI KEPALANYA. PENDURJANA ITU, MENYEMBELIHNYA. MEMISAHKAN LEHER DARI TUBUHNYA. LEHERNYA DITANCAPKAN DI UJUNG TOMBAK. DIPERTONTONKAN. DIARAK KELILING KOTA. SEMESTA MENANGIS. SEMESTA TERLUKA. SEMESTA BERGELAYUT LARA. HUSAIN..... Husain.. begitulah derita Husain.. begitulah derita di padang karbala'.. begitulah yang sejatinya terjadi pada hari Asyura'. 10 Muharram sampai kapanpun akan selalu menderita. Ya, Asyuro' adalah derita. Dan sampai kapanpun luka di 10 Muharram tak akan pernah berubah menjadi bahagia (layaknya orang-orang bilang bahwa hari Asyura' adalah hari yang membahagiakan). Tidak. Bagi kami--pecinta Al-Husain, derita di 10 Muharram tidak akan pernah berganti wujud menjadi kebahagiaan. 

KAU TAHU HUSAIN BIN ALI KAN????????? Seharusnya kalau kau tahu siapa Al-Husain kau pasti tahu Asyuro'. Seharusnya kalau kau tahu Al-Husain, kau tak mungkin mengatakan bahwa asyuro' itu hari bahagia. Kecuali kalau kau tahu, tapi hanya sebatas tahu. 
Duhai kawanku, kau tahu seberapa besar cinta rasulullah pada cucunya Al-Husain? Kau tahu, betapa terlukanya pun tercabik-cabiknya batin keluarga Muhammad akan derita Al-Husain? Kau tahu kawan? Sungguh, aku percaya kalau kamu adalah salah satu dari umat Muhammad yang belum mengetahui tragedi ini sehingga baru tahu bersamaan dengan ketika kamu membaca tulisanku ini, maka aku percaya batinmu pasti juga ikut terluka. Jelas terluka. Duhai, siapalah yang tak merasakan luka bila belahan jiwa rasulullah didzolimi? Bahkan sungguh.. ini adalah tragedi kedzoliman terbesar. Dan sekali lagi sangat disayangkan, karna tidak semua pecinta Muhammad SAW mengerti akan ini. 
Sekarang, kamu tahukan BETAPA SAKITNYA KELUARGA NABI??????

Lalu,  sisi sebelah mana yang kau bilang MEMBAHAGIAKAN, kawan? sisi yang mana? Ahh barangkali bukan peristiwa ini maksudmu. Barangkali kau memang baru tahu sehingga kau bilang begitu. Bukan -hanya tahu, tapi tak mau mencari tahu, pun tak mau tahu, dan akhirnya menjadi tidak tahu-. Semoga saja, kau tak seperti itu.

Ahhhh, tapi salahkah aku kalau aku tak percaya dengan ketidaktahuanmu? Sungguh, aku tak percaya kalau kau bilang kau mencintai rasul mu sementara kau tak tahu tragedi memilukan itu. Aku tak percaya kalau kau bilang kau mencintai rasul mu sementara keluarganya saja kau tak tahu. Lalu, SEPERTI APA KELUARGA NABI DI MATAMU???? Sungguh, kau harus tahu dan berhak untuk tahu, bahwa AL-HUSAIN LAH SANG PELOPOR AMAR MA'RUF NAHI MUNGKAR. AL-HUSAIN LAH SANG REVOLUSIONER PENEGAK KEBENARAN. ADALAH BELIAU --SAYYIDINA HUSAIN, SANG PENYELAMAT AGAMA ISLAM.

Lalu, bagaimana tanggapanmu akan tragedi memilukan ini??? Bagaimana hati nuranimu? Bagaimana air matamu? Sungguh, aku yakin hatimu pasti jua merasakan pilu kan kawan-kawanku (?) Karna sungguh, akan ada surga bagi setiap mata-mata yang menangisi Al-Husain. Akan ada cinta dari Nabi termulia bagi setiap hati-hati yang mencintai Al-Husain. Pun akan ada pelukan terhangat dari bidadari surga (Fathimah Az-Zahra) bagi jiwa2 yang turut berbela sungkawa atas tragedi yang menimpa putra tercintanya. (Semoga setiap air mata yang terlinang untuk cucunda Nabi tersayang, senantiasa mendapat pelukan dari Sang Maha Cinta pun mereka --para bidadarabidadari kesayanganNya).  

Maka berbelasungkawalah kawan, seperti yang guru besarmu lakukan. IMAM SYAFI'I. Guru besar yang sangat kau teladani. Kau tahu? Air matanya berderai, hatinya merintih --tiap kali mengingat tragedi di 10 Muharram itu. Kau tahukan? Ahh jangan bilang kau tak tahu. Maka bersedialah kau kukasih tahu. Beliau sangat mencintai Al-Husain. Pun kurasa semua pengikut beliau diperintahkan untuk mencintai Al-Husain. 
Barangkali kau pun pernah dengar,

sebuah syair dari beliau (IMAM SYAFI'I) untuk SAYYIDINA HUSAIN SA; 

"Hatiku mengeluh, karena hati manusia sedang merana
Kantuk tak lagi datang, susah tidur membuatku pusing
Wahai siapa yang akan menyampaikan pesanku kepada al-Husain?
Yang dibantai meski tak berdosa
Bajunya seakan-akan dicelup basah dengan warna merah
Kini bahkan pedang pun meratap, dan tombak menjerit
Dan kuda yang kemarin meringkik, kini meratap duka
Bumi berguncang karena tragedi yang menimpa keluarga Muhammad
Demi mereka, gunung-gunung yang kukuh niscaya akan meleleh
Benda-benda langit berguguran, bintang-bintang gemetaran
Wahai cadur-cadur dirobek, demikian juga hati
Orang-orang yang bershalawat untuk dia yang diutus dari kalangan Bani Hasyim
Mereka juga yang memerangi anak-cucunya

Duhai alangkah anehnya!
Jika aku dianggap berdosa karena cinta kepada  KELUARGA MUHAMMAD, Maka aku tak akan bertaubat dari dosaku itu.

[Kitab Diiwan al-Imam assyafii ra, at-Thab’ah Daarul-Kitaab al-’Arobiyyi, Beiruut- Lebanon, Syair ke 15, halaman : 48]

Duhai, sayang sekali ya rasul.. terlampau banyak umatmu yang tak tahu, pun tahu namun tak mau tahu atas musibah besar keluargamu ini. 

Maafkanlah kami.. Maafkanlah kami.. :" 

-Allahummarzuqnaa syafa'atal Husain.. ❤


Semoga, setelah membaca ini kamu mengetahui. Lalu peduli. Pun mencintai----Keluarga Nabi yaa.. . Semoga. Semoga kau, aku, pun kita semua kelak akan berjumpa pada satu surga (yang sama dengan Husainaa).  الهى امين😊 


Teruntuk dirimu (saudara-saudari muslimku),
Ketahuilah aku menyayangimu. :)


Smg, 10/10/2016
-dfz-





#Asyuro'
#10Muharram1438H
#TragediPembantaianKeluargaNabi
#Tahukahkamu?
#Mohonmaafbilalisankumenyakitimu 
#Maksudkutakbegitu:)
#SalamUkhuwah @>--

Friday, July 22, 2016

Tentang Kerelaan & Air di Sudut Mata



( 19 + 9 / 12 ) × 365 × 24 × 3600 = 622.836.000 (s)
Kau tau? 622 juta sekian2 detik lamanya aku hidup. Dan pada bilangan waktu itu aku pernah jatuh, lalu bangun lagi. Jatuh, jatuh, jatuh, lalu bangun lagi. Kau tau perjuangan yg mana yg mampu mmbuatku bangun setelah jatuh berkali2??

"Air mata" & "Keikhlasan". Dua hal yg apabila kau hidup di dalamnya, maka kau bersama ketegaran. Sungguh, aku pernah memimpikan menggenggam bintang. Sesuatu yg dekat sekali dg kemustahilan. Tak usah kau tanya seberapa besar air mata, peluh, pun pengorbanan yg kupersembahkan, tapi tetap saja -jatuh, jatuh lagi, makin jatuh, bahkan tersungkur. Sampai suatu waktu hatiku bilang, "Sudah. Ikhlaskan saja. Itu bukan rizkimu." Ya, sang waktu mengajariku tentang keikhlasan. Melepas apa yg menjadi angan/impian/cita2/harapan,--yangtelahmeraung2dikhayalansedariakumasihberstatusmenjadiseorangputrikecil. Ikhlas dg setulus2nya kerelaan. Merelakan apa2 yg telah Ia tuliskan. Dan kau tau, apa yg terjadi setelahnya?? Sungguh, ia menggenggamku setelah kulepaskan. Ya, mimpi yg kubilang mustahil itu sekarang telah berada didekapan. Berjalan beriringan. Berjuang lagi menggapai mimpi yg lebih tinggi. Dan aku, -aku terbangun dr keterjatuhan, berdiri, atau bahkan menang. Ya, aku menang.

622.836.000 detik lamanya. Dan 1 hal yg menjadi paling spesialnya pelajaran dan ingin kuutarakan adalah 
bahwa, "Perjuangan yang sejatinya mendekatkanmu pada keberhasilan adalah perjuangan yang paling banyak air matanya. Air mata yang bermuara dari keikhlasan. -Kerelaan." 

Bukan apa2. Tak usah kau baca. Sekian. 😊




#Syukuritawamu
#Syukuritangismu
#Alhamdulillah




Jprdise, 21/07/16
-dfz-

Monday, July 18, 2016

Dagelan


Selamat malam rindu, moga kasihNya selalu menaungi lelapmu. Hingga kau terjaga, pun kembali bersahaja.

Tidak. Aku tak ingin mengganggumu. Aku tahu mentari telah hanyut, dan kejora di kedua bola matamu pun telah layu. Maka tenang saja, aku tak ingin mengganggu lelapmu. Aku hanya ingin mendongeng. Haha. Ya, mendongeng utk diriku sendiri. 
Rindu, kau tau tak? Baru saja air kecengenganku menderai karnamu. Ehh bukan. Bukan karnamu, tapi lebih tepatnya karna kehidupan yg telah kujalani. Sekali lagi bukan karnamu. Haha. Tapi, bagaimana mungkin engkau bukan salah satu sebab dr deraian itu, sedang kaulah satu dari beberapa elemen yg mempondasikan kehidupan milikku? Pun bagaimana mungkin kau sama sekali tak ikut andil, sementara kaulah sepertiga dr elemen itu? Bagaimana kau tak ikut andil, sementara mendengar namamu saja membuat siapapun yg mendengarnya merasakan lara? Bagaimana mungkin?
--Rindu, kau tau rasanya tak?

Konon, orang bilang itu -Rindu.
Sebuah rasa yg membuat hati manapun yg merasakannya menderaikan air dikedua sudut bola mata. Ya, orang bilang "rindu" adalah sebutan utk sebuah perasaan yg menyesakkan dada. Lain halnya dgku. "Rindu" bagiku adalah "kamu". "Sesosok", bukan sebatas julukan tak bernyawa. Lebih tepatnya, "Rindu" bagiku adalah kombinasi dari keduanya, -kamu dan rasa rindu. Jelas saja, mengapa kunamai kau dg "Rindu"? Sebab tiap kali hatiku menderu, satu2nya alasannya berderu yaitu kamu. kamu. Dan kamu, -yang slalu kurindu. Maka jangan tanyakan lagi, mengapa kau kupanggil "Rindu".

Hmm.. bila orang bilang "rindu" adl bara yg kehadirannya selalu ingin cepat2 dipadamkan, bagiku "rindu" adalah bara yg ingin selalu kukobarkan. Bila orang bilang rindu adalah penyakit hati yg ingin segera dipulihkan, maka aku adalah sosok langka yg tetap membiarkan jiwaku teridap penyakit itu. Dan pabila begitu, lalu siapakah sosok rindu bagiku hingga jadikanku sosok langka yg menggilaimu seperti itu? Siapakah kau? Siapakah sosokmu yg kunamai "rindu"?? Hey, bersyukurlah. Karna kau *istimewa. Dikagumi oleh makhluk langka, pun dirindui olehnya. Ya, aku merinduimu sepanjang waktu. Rinduuuuuuuu.... rinduuuuuu.... dan rinduuuuuu.... du du du du du duuuuuuu........ . 😂LOL

Ahhh sudahlah.. aku hanya ingin mendongeng tentang rindu. Menggerakkan penaku dengan huruf2 "R - I - N - D - U". Jadi jangan mual membaca dongengan gilaku. Ahh sudah cukup.. tak usah kau baca lagi!! Haha. Ini sama sekali tak penting. Ahh sekali lagi aku hanya ingin mengekspresikan rasa. Rasa rindu yg kubuat2 dg irrasionalku. Entah benar2 rindu atau hanya semu. Ahhh jelasnya, aku memang benar2 sedang merindumu. Ehh taukan siapa dirimu?? KAMU!! IYA KAMU!! -Yang aku pun tak tahu siapa dirimu, si pemilik sulbiku, si pelengkap hidupku, si pendegup jantungku, si penyempurna imanku, pun si pemilik hatiJiwa&Ragaku -di masa depanku. Itu kamu. Siapa kamu?? Hahaha. 

Dan satu lagi,
"kamu" adalah kamu, -yang kata Tuhan,
"Kejarlah togamu dulu sayang.. ia masih dalam perjalanan."


HAHAHA

-SELESAI- 




#BELAJARLAHYANGBENERDULUSAYANG!!
#KEJARTOGAMU!!
#JANGANMACEM2DULU

#MARIBERCERMINDULU
#SUDAHISTIMEWAKAHKAMU??



-Selamat Malam =D
Wassalam-


:p #LOL

Saturday, June 18, 2016

Dongeng Sebelum Tidur :v

~iLovEDyou~~
Tuhan itu Maha RomantisMempertemukanku dengan makhluk-makhluk kesayanganNya ~untuk ajarkanku hidup. Hadir tanpa kuminta. Merangkul, mengajari, pun tunjukkan berbagai makna. Ahh hidupku benar-benar romantis semenjak ada mereka. Mereka yang bukan siapa-siapa dan pada akhirnya memperoleh tempat istimewa di hati. Dari yang hanya teman, sahabat, dan bahkan sosok istimewa yang berhasil memberitahuku makna degupan hati. Ya, aku bersyukur atas kasihNya, yang telah pertemukanku dengan mereka: sosok-sosok istimewa. Tuhan, terimakasih. :)

Sekali lagi kukatakan, Tuhan memang benar-benar romantis. Ia mengenalkanku cinta. Pertemukanku dengan sosok teristimewa. Meski sempat sakit, tapi aku bahagia. Karna menjadi pecinta, bagiku adalah sebuah anugerah. Dan 'terluka' adalah penyedap rasanya. 

"Mencintai.. ." dimana kita menjadi sosok paling peduli, tanpa harapkan dipedulikan lagi. Dimana kita menjadi sosok paling penyayang, meski terkadang hati meradang ~tak punya nyali tuk ungkapkan. Pun dimana kita, kita dengan sekejap saja bisa tertawa bahagia hanya karna saksikan pancaran senyuman bahagia miliknya. Ya, mencintai adalah anugerah dari Sang Maha Cinta. Dan aku bersyukur, karna Ia telah memberiku kesempatan untuk mencintai kamu: kesayanganNya.

Hmm.. Sekali lagi kutegaskan, Tuhan benar-benar maha romantis. Teramat romantis. Mengapa? Karna mengenalmu adalah anugerah terromantis yang selalu kusyukuri. Ya, Ia mengenalkanku dengan-mu ~yang dulu siapa namamu saja aku tak tahu. Tak hanya itu, Ia pun tepiskan segala kecanggungan hingga jadikan-mu sosok yang jauh dari kata "kuasingkan". Ya, kau begitu dekat di nadi. Kau begitu... Ahhh kau segalanya. Hahaha:v

Sekali lagi, aku bersyukur ~karna kau menjadi apa adanya bila denganku. Lebihmu, kurangmu, pun segala elemen negatifmu ~aku tau. •Apa adanya• dan aku suka itu. Meski kuakui, sakit rasanya tiap kali bergurau denganmu.. Karna setiap detiknya aku harus menekan perasaanku agar tak jatuh makin dalam. Ya, aku mulai membiasakan itu, ~~tak membiarkan perasaanku makin hanyut ke dalam lubuk, agar ku mampu hentikan bisingnya cemburuku yang kesekian kalinya. Ya, aku mencemburuimu -untuk kesekian kalinya, dan aku tak berhak. Tak berhak mencemburuimu. Jadi maaf bila aku masih suka nakal, masih suka mencemburuimu yang jelas2 ~Untuk Cemburupun Aku Tak Berhak. Maafkan, karna tahu-diriku belum cukup mahir men-jera-kan hatiku.
:')


Ahh tak mengapa kawan.. . Tak perlu kau dengarkan. Aku hanya ingin mengabadikan tiap-tiap serpihan hati. Bukan ingin kubawa mati, hanya saja rasa di hatiku punya harap ~suatu saat nanti, saat ketika kusudahi segala tentangmu, pun saat dimana kita bisa bertatap muka lagi dg bahagia kita masing2, aku bisa mngenangmu. Mengenangmu sebagai sosok terkasih yang dulu pernah membuatku rapuh tapi pada akhirnya bisa menjadikanku sekuat saat itu. Mengenangmu sebagai teman terkasih yang berkatmu, aku menjadi lebih tegar dan penyabar. Pun tentunya pada hari itu, kau akan kukenalkan pada-nya ~si penyempurna agama yg telah kutemukan. Mungkin ia akan cemburu, tapi pada akhirnya ia akan berterimakasih padamu, karna pada hari itu aku tak akan mengenalkanmu sebagai sosok terkasih di masa lalu, melainkan teman karib yang telah mengajariku banyak hal ~~tangis, tawa, haru, pun pilu. Pun mengenalkanmu sebagai teman karib yang telah berjanji akan berkarib selamanya. Meski pada akhirnya kebahagiaan kita akan terpisah dengan kata "masing-masing" sehingga peduliku padamu pun akan tersekat oleh kata "sewajarnya", tapi semua itu takkan mampu menghapusmu dari daftar teman karibku. Ya, selamanya kau tetap teman karib. Moga saja, ~serpihan hati yang kuabadikan ini dapat membawa-ku dan kau pada ruang pertemanan sejati. Hingga menua, hingga beruban, hingga kembali pulang, pun sampai nanti --di keabadian, ~kau tetap teman. Teman karib. Teman seperjuangan. Teman tak hanya dalam khayalan. Semoga saja.

Maka kuakhiri goresan pena bertema serpihan hati ini dengan sederet kata,
"Aku bersyukur, berkesempatan menjadi pecinta sekaligus teman karibmu. Aku bersyukur, menjadi pemilik dari hati yang PERNAH ~mencintamu.. 1/2mati. Sekian."


Tuhan, terimakasih. 💝





Jprdise, 23/06/16
-zfd-

Tuesday, June 14, 2016

Bila Dia Bukan Milikmu

 Membiarkanmu terlelap dalam kalbu, adalah derita yang tak kuingini kepulihannya. Biar saja, berkawan luka. @>--

Bila dia bukan milikmu, berhentilah mengagumi. Bila dia bukan untukmu, berhentilah menyayangi, dan bila dia bukan takdirmu, berhentilah mencintai.
Berhentilah. Lalu berlarilah temukan yg sejati utkmu.
Hatimu tak salah. Jangan kau hujat ia. Karna mencintai selalu di luar kendali. Maka hapuslah rasa bersalahmu. Rasa bersalah karna telah salah menjatuhkan hati. Tiada yg salah. Hanya saja kau perlu sedikit teliti, -menyikapi sosok yg diam2 mencari celah utk menerobos ke dlm  benda kecil bernama *hati.


Sudahlahh... tak usah berlarut-larut. Setiap orang pasti punya masa lalu kan? Masa lalu yg tak selalu mulus, pun tak selalu kelam. Bisa jadi masa lalumu itu pernah mencabik2 hatimu hingga memar sampai sekarang. Hingga kau trauma rasakan lara. Hingga kau  ingin sekali pergi, berlari menjemput masa depan, tp nyatanya kau masih di sini saja. Tak selangkahpun bergerak. Hanya karna rasamu telah membabi buta, dan kau tak sanggup menoleh ke arah selainnya. Pernahkah kau alami yang demikian??

Ku rasa semua orang pernah mengalaminya. Mencoba berlari menjemput masa depan, tapi bayang-bayang masa lalu masih lekat menghantui. Sakit memang. Mencintai sosok yang jelas2 bukan tercipta untukmu. Dan bodohnya lagi, berkali2 kau hendak berlari, mencoba menerima sosok lain yg ingin memilikiku setengah mati, sialnya tak pernah bisa. Lagi2 kau campakkan mereka: yg mencintaimu sepenuh hati -hanya demi dia, si perobek hati. Mau bagaimana lagi? Begitulah konsekuensi dari 'terlalu mencintai', hingga matamu seakan buta tuk saksikan dunia. Seakan-akan duniamu hanya satu: dia. Hanya dia. Lalu, adakah jalan setapak tempatmu mengistirahatkan semua gemuruh di hati? Sungguh, ia perlu sejenak tuk pulihkan diri. Berhenti rasakan sayatan cintanya, dan pelan2, mencoba pergi tuk sambut cinta yg lain. Ya, kau perlu beristirahat. Agar hatimu tak makin bengkak.
  
Kau -duhai jiwa2 yg sedang tersakiti.. . Mari bergegas memerdekakan diri! Berhijrah dari masa kelabu -masa lalumu. 
Karna apa??


Karna di luar pintumu, ada yg telah merdeka dari itu. Tak hanya satu, tapi -beribu. Jiwa2 yg telah berhasil terobosi luka meronta di masa lalu. Memulih seiring dg berjalannya waktu. Kini ia merdeka. Terbebas dari jeruji cinta-buta yg ia buat sendiri.
Dan kamu? Tak mampukah kau?? Tak mampukah *ku?


Ahhhh.... andai hatiku tak seceroboh dulu,
Pasti kau takkan mungkin bisa tertidur pulas di relungnya. Seperti saat ini. Kala kau begitu lelap, hingga aku tak tega tuk berhenti menimangmu dalam hati.



Maka lekaslah terjaga. Aku sudah terlalu lelah dan menderita. :')


Smg, 13/06/16
-dfz-



#words
#art

Wednesday, May 25, 2016

Sebingkis Kenangan Traumatik di Kota Lumpia // Short Story

“Ayaaaahhhhhhhhhhh aku datangggggg!!!!!!”

Perjalanan panjang telah membawaku pada peran seorang istri sekaligus ibu bagi kedua putriku. Ya, sang waktu telah mendewasakanku dan jadikanku ibu tertangguh bagi keduanya. Memang benar kata ibu, masa lalu tak pernah miliki hak tuk halangi seseorang menjadi berbeda di masa depannya.

“Masa lalu ya masa lalu. Biarkan itu berlalu! Sekarang kau hidup di masa yang tak lagi seperti dulu nak! Jadi jangan biarkan masa kelammu itu membungkammu dalam ketidakberdayaan! Kau harus berjuang! Seperti ayahmu dulu!” kata ibu yang selalu tertanam dalam memori.

***

Aku mulai lelah menunggu. Menanti detakan jarum jam di tanganku yang sedari tadi berputar teramat pelan. Ini benar-benar perjalanan terpanjang bagiku. Jalur rel kereta api yang  membentang dari ujung timur pantai utara hingga pertengahan pulau jawa telah kulewati, namun kereta api bisnis ini tak kunjung berhenti. Aku benar-benar lelah menanti. Bayang-bayang masa lalu mendorongku untuk ingin segera beranjak dan meluapkan rindu di kota lama penuh kenangan itu. Sementara suamiku yang sedari tadi menjagaku di sisi kirinya, hanya geleng-geleng menyaksikan ulahku yang tak henti-hentinya menggerutu. Ia tak banyak tanya, karna memang sebelumnya aku selalu marah bila ia tanya macam-macam tentang tujuanku di perjalanan kita kali ini. Yang ia lalukan hanyalah tenangkanku dalam rangkulan hangatnya, lalu meyakinkan bahwa ialah dia, sang suami yang seharusnya menjadi tempatku berbagi –suka maupun duka. Sementara yang ku katakan hanyalah janji. Seribu janji yang selalu kulontarkan bahwa suatu saat aku pasti akan berbagi. Suatu saat. Di suatu tempat, pada waktu yang tepat. Aku akan berbagi.

30 menit berlalu. Akhirnya kereta itu membawaku pada tujuan. Ya, ia berhenti persis pada saat dimana senja dan sayup-sayup patah mulai terdengar. Aku pun berlari menggandeng suami terkasihku untuk keluar gerbong. Berlari.. terus berlari hingga ku temui sebuah plang besar bertuliskan “Stasiun Kereta Api Tawang Semarang”. 

-TAWANG. Satu kata penuh kenangan.

Dug. Kakiku seketika berhenti melangkah. Lalu ku pandangi tulisan itu, meresapinya dalam-dalam sembari menekan kedua sudut mata agar butiran air yang mulai mencair tak sampai mengalir. Aku khawatir bila suamiku tahu. Aku  benar-benar khawatir bila suamiku tahu –sesuatu di balik air mataku.  

---

***

20:30 WIB.

Kita duduk berdua. Tepat di tepi polder Tawang yang tak jauh dari penginapan. Aku bersender di bahunya. Menikmati indahnya kerlap-kerlip kota, pun semilir udara malam  yang dengan ramahnya menyapaku melalui sentuhan lembut penuh kehangatan.

[Hening]

Aku mulai bercerita. Kataku pada abang, 

“Dulu, 35 tahun lalu ayah dan ibu juga seromantis ini. Duduk berdua menikmati indahnya suasana malam di kota ini. Persis di tempat ini. Aku dan kak Panji pun tak mau kalah, kita sama-sama unjuk kemesraan di depan mereka. Sampai-sampai tak jarang orang di sekeliling kota mengira bahwa kita adalah sepasang kekasih, sama sekali tak nampak bila sebenarnya adik-kakak. Kita teramat dekat bang.. Kerap sekali kita menghabiskan waktu berdua di kota tua ini. Berlarian kesana-kemari menyusuri tiap-tiap bangunan kuno itu, pun bangunan tersadis itu. Ak.. …”

“Bangunan kuno? Bangunan tersadis? Maksudmu?” potong suamiku.

Aku memejamkan mata. Mencoba tenangkan rindu yang mulai meronta. Mencoba menepis bayang-bayang kelam tuk jawab tanyanya, “Bangunan-bangunan kuno itu.. …” Ahh aku tak berhasil. Air mataku berderai. Kali ini aku benar-benar tak bisa sembunyikan kecengenganku di depannya.

Tanda tanya di benaknya pun semakin menjadi-jadi. Ingin ia luapkan, tapi ia mencoba meredam. Ya, ia memang begitu. Selalu punya cara tuk tenangkan hati istri. Ia merangkulku dan memegang erat jemariku. Sementara yang ia katakan hanyalah, “Menangislah dik, kau boleh menangis sejadi-jadimu. Menangislah hingga bebanmu berlalu. Menangislah bila itu dapat tenangkan hatimu. Menangislah.. tapi jangan kau lupakan ini, ini bahuku. Bahu suamimu, –tempatmu menyandarkan semua bebanmu.” 

15 menit berlalu.

Waktu yang terbilang singkat itu ternyata mampu meredakan sesak di dada. Kala itu aku putuskan untuk beranjak dari tempat itu. Aku menggiring suamiku untuk berpetualang menjelajahi tempat-tempat indah lainnya. Aku terbayang suatu tempat. Lalu ku ajaklah suamiku ke tempat itu. Kita menyusuri Jl. Cendrawasih yang lumayan panjang. Sembari berjalan, aku mulai bercerita lagi, 

“Bang, abang tahu sejarah kota Semarang? Tahu  sejarah kota lama?”

“Kota lama sih tahu dik, peninggalan Belanda kan? tapi tak tahu kalo sejarah detailnya.. sebenarnya abang mau tahu sejarah lengkapnya, tapikan tiap kali abang singgung ini dik Lastri selalu pasang muka tak enak. Sebenarnya ada apa? ”

“Dulu sekali, setelah peristiwa pemberontakan Trunojoyo berakhir, kota Semarang resmi jadi hak milik Belanda. Kala itu kerajaan Mataram menyerahkan daerah ini pada VOC sebagai imbalan karna VOC sudah membantu Mataram di pemberontakan Trunojoyo. Mulai dari situlah Belanda mengadakan pembangunan di kawahan kota lama ini. Ada gedung pemerintahan, perkantoran, tempat peribadatan, rumah-rumah warga, dan masih banyak lagi. Coba abang tengok kanan-kiri, serasa berada di Eropa tak? Bangunan-bangunan di sini benar-benar mirip miniatur Belanda bang.. unik dan indah sekali..!”

“Iya dik, abang baru pertama kali lihat kawasan peninggalan Belanda macam ini. Tapi abang heran, kenapa dik Lastri selalu sedih bahkan menangis kalau abang singgung kota lama ini?”

Pertanyaan abang kali ini membuatku tak bisa berkata apa-apa. Aku serasa di sekak oleh pertanyaan yang sekian puluh tahun selalu kuhindari. Memang ini bukan kali pertama abang tanya tentang hal ini. Tapi tiap kali ia tanya, akan selalu bisa berkelip. Dan kali ini, ahh aku benar-benar ingin meluapkan segalanya. Kisah di masa lalu itu. Kisah yang tak pernah kuceritakan pada orang-orang di masa depanku, termasuk suamiku sendiri.

“Hmm.. kan Lastri pernah menetap di sini bang. Tak lama sih, tapi kota ini meninggalkan banyak kenangan buat Lastri.” kataku berusaha tepiskan kegundahan. 

Tak terasa obrolan kita mengenang masa lalu Semarang itu telah membawa langkah kita pada jalan panjang yang menyimpan banyak kenanganku di masa lalu. Rinduku semakin menjalar. Di Jl. Letjen Suprapto itu ku percepat langkahku. Abang pun begitu. Jalan kaki di malam hari ternyata melelahkan juga. Tapi kita tetap menikmati moment itu. Aku pun melanjutkan ceritaku. Aku memperkenalkan gedung-gedung yang berdiri di sepanjang Jl Letjen Suprapto itu. Kuceritakan juga moment-moment bersejarahku dengan mendiang kakakku di beberapa tempat di jalan itu. Tapi tetap saja, abang belum tahu. Tetap kusimpan rapat tragedi memilukan itu.

Setelah beberapa puluh menit berjalan, akhirnya sampailah kita di tempat yang ku tuju. Sebuah taman bernama Srigunting yang merupakan pusat dari kawasan kota lama. Aku pun kembali berkisah. Kuperkenalkan padanya seluk beluk dari taman itu, pun bangunan-bangunan kuno lain di sekelilingnya. Seperti Gereja Blenduk, gedung Marba, dan gedung Jiwasraya. Aku benar-benar serasa bak pakar sejarah pada waktu itu. ”Kau saudaranya tuan Herodotus ya?” celetuk suamiku menggoda.

Beberapa jam di tempat itu membuat kita serasa berkunjung ke dalam alam nostalgia. Tak hanya suamiku yang terkesima akan miniatur-miniatur di kota lama itu, tapi aku pun sama. Aku terkagum-kagum, ternyata suasana kuno di kawasan Eropa versi Indonesia ini masih lestari sampai sekarang. Saking terbawa suasana, kita bahkan tak sadar kalau malam sudah berada di pertengahan. Ya, kita menghabiskan waktu hingga larut malam. Tak lama berselang, kita pun kembali ke penginapan.

***

Semarang, 17 Oktober 1973

Pagi hari. Di sebuah gedung angker di kawasan tugu muda. Ini adalah tempat terakhir yang kukunjungi bersama suamiku sebelum kita kembali ke tempat asal. Aku sudah mempersiapkan mental. Jauh-jauh hari sebelum kakiku menginjak tempat terbengas ini. Maka, di tengah-tengah langkah kita mengitari lorong-lorong milik gedung dengan 1000 pintu itu aku mengutarakan yang sebenarnya. Sebuah rahasia traumatik yang tak pernah kuceritakan kepada siapapun.

Di sepanjang lorong angker itu aku berkisah,

“Bang, maaf kalau selama ini aku terlalu munafik padamu pun pada kedua putri kita. Sebenarnya aku tak setangguh dan setegar itu. Aku tak sekuat itu bang. Sering kali aku bersembunyi tuk keluarkan air mata kepedihanku. Akupun punya rahasia kelam tentang hidupku yang tak pernah kuceritakan pada kalian. Maafkan aku bang. Aku hanya ingin menutupi kerapuhanku. Aku ingin mengubur sejarah kelamku itu dalam-dalam dan menghilangkannya dari bayangan masa depanku. Tapi kali ini abang harus tahu. Abang harus tahu apa alasan di balik tangis-tangis  tak jelasku.

Bang, kau tahu? Dulu, sekitar 30 tahun lalu aku mengalami kejadian terburuk dalam hidupku. Bukan hanya aku, tapi mendiang ibu dan kak Panji. Jiwa kami benar-benar terguncang pada waktu itu. Kala itu, kita hidup di tengah-tengah kebiadapan Jepang. Kami benar-benar bak tawanan perang yang teramat merindukan kebebasan. Sampai suatu ketika, kami menerima kabar kalau ayah yang pada waktu itu termasuk salah satu pejuang kemerdekaan, ditangkap oleh tentara Jepang dan dimasukkan ke dalam penjara bawah tanah. Abang tahu? Di tempat inilah para durjana Jepang itu melancarkan kebengasannya. Tepatnya di sebuah lorong bawah tanah yang terletak di bangunan paling bawah dari gedung ini. Lorong itu sangat sempit dan pendek sehingga para tawanan di penjara itu harus jongkok dan tak bisa berdiri. Kebayang tak, betapa penjara yang sering di sebut penjara duduk itu sangat menyiksa ayah? Penderitaan ayah tak berhenti di situ bang. Lebih tragis dari sekedar jongkok di lorong gelap nan pengap, hidup ayah berakhir dengan sangat tragis. Ayah di penggal bang. Kepala ayah di penggal di tempat itu setelah mengalami berbagai macam siksaan. Jasad beliau pun di buang di sungai. Kami sama sekali tak bisa berbuat apapun. Kami pun serasa menjadi keluarga paling tak berguna pada waktu itu. Ayah gugur dalam kondisi jasad terpisah dari kepala.

Abang tahu kan rasanya jadi Lastri pada saat itu? Itulah sebabnya kenapa selama ini Lastri tak ceritakan kisah ini pada siapapun. Karna tragedi itu terlalu membekas, pun tinggalkan trauma mendalam.”

Aku menangis sejadi-jadinya. Mengisahkan kisah traumatik itu, di tempat kejadian perkara, dan di depan suami yang sedari dulu mengenalku sebagai pribadi tertegar, tak ubahnya menaburi luka di atas garam. Tapi bagaimanapun aku berusaha tuk tegar.

“Bang, kisahku tak berhenti di situ. Dengarkanlah lagi. 

Dua tahun setelah itu, tragedi memilukan menimpa keluargaku lagi. Dua tahun pasca ayah tiada, salah satu anggota keluargaku pun menyusulnya. Kala itu, tepat di tanggal yang sama dengan hari ini, 17 Oktober 1945, tepat 28 tahun silam, terjadi tragedi pertempuran 5 hari di Semarang. Pertempuran itu merenggut puluhan pemuda bangsa yang berjuang mempertahankan kemerdaan RI pada saat itu, termasuk pemuda terkasihku. Ya, kakak semata wayangku gugur dalam pertempuran itu. Tepat di hari ketiga pertempuran, kak Panji terkena tembakan tentara sadis Jepang. Ia pun gugur sebagai pemuda bangsa pejuang kemerdekaan, tak jauh beda dengan Dr Karyadi yang juga tertembak kala itu. Pertempuran 5 hari itu benar-benar menciptakan goresan luka baru di jiwa Lastri dan ibu. Kami kehilangan 2 sosok lelaki terpenting dalam hidup kami. Ohh.. andai kata ‘mengutuk’ tak dianggap tabu, aku ingin sekali mengutuk penjajah Jepang pada waktu itu.

Tapi sudahlah.. yang lalu biarkan berlalu. Karna yang sepantasnya kulakukan adalah bersyukur terhadap apa-apa yang telah Tuhan berikan. Ya, aku sangat bersyukur karna dari kejadian itu Tuhan mengajariku banyak hal. Seperti yang abang lihat sekarang, aku masih jadi wanita terkuat dan tertangguh kan?”

***

Semarang. –satu kata penuh kenangan.

“Dear you, kota lumpia penuh kenangan.. sekelam apapun kau di masa lalu, tapi di mataku, kau tetap jadi kota terindah dan tergagah. Kau luar biasa, Semarang. Semakin hari semakin menyejahterakan, pun tak pernah abaikan kelestarian kota lamamu. Semarang, kau terlalu spesial.”

 

***theEnd***


 

Semarang, 02/05/2016

-dfz-

 

 ------------------------------------------------------------------------------------------------------------

///Hmmm.. gk jelas banget ya cerpennya-_- jadi ceritanya cerpen ini itu saya tulis buat lomba cerpen Forwakot Smg. Itu saya nulisnya dalam kurun waktu setengah malam looo.. (disitu kadang saya merasa nyesell wkwk) Ngebutt.. amburadul.. endingnya juga hambar.. jadi yaa begini.. haha :v Maklumlahh mahasiswa super sibuk..wkwk

Ahh nyesel bangetlahh.. coba saya bikinnya agak niat dikit begitu yaa.. kali aja bisa menang.. wkwk

Tapi yaa sudahlahh.. pada intinya saya kembali diingatkan bahwasanya "sesuatu yg dilakukan dengan tergesa-gesa, hasilnya tak akan maksimal. Betul? :)) Karna pada suatu perlombaan, yang berhak menyandang predikat sebagai pemenang yaitu dia --yang paling khusyu' doanya, dan paling besar usahanya." itu ajasihh.. SAYA MAH APA ATUHH WKWK :v //

Categories

Follow me on Facebook

Follow me on Tumblr

Writing is the most fun you can have by yourself. - Terry Pratchett

Powered by Blogger.
Adsense Indonesia

About Author

Hamba Tuhan yang sedang belajar menulis.

Video of Day | Click on the link below to download the video!

Popular Posts