123, Example Street, City 123@abc.com 123-456-7890 lasantha.wam

Writing is the most fun you can have by yourself. - Terry Pratchett

Saturday, June 18, 2016

Dongeng Sebelum Tidur :v

~iLovEDyou~~
Tuhan itu Maha RomantisMempertemukanku dengan makhluk-makhluk kesayanganNya ~untuk ajarkanku hidup. Hadir tanpa kuminta. Merangkul, mengajari, pun tunjukkan berbagai makna. Ahh hidupku benar-benar romantis semenjak ada mereka. Mereka yang bukan siapa-siapa dan pada akhirnya memperoleh tempat istimewa di hati. Dari yang hanya teman, sahabat, dan bahkan sosok istimewa yang berhasil memberitahuku makna degupan hati. Ya, aku bersyukur atas kasihNya, yang telah pertemukanku dengan mereka: sosok-sosok istimewa. Tuhan, terimakasih. :)

Sekali lagi kukatakan, Tuhan memang benar-benar romantis. Ia mengenalkanku cinta. Pertemukanku dengan sosok teristimewa. Meski sempat sakit, tapi aku bahagia. Karna menjadi pecinta, bagiku adalah sebuah anugerah. Dan 'terluka' adalah penyedap rasanya. 

"Mencintai.. ." dimana kita menjadi sosok paling peduli, tanpa harapkan dipedulikan lagi. Dimana kita menjadi sosok paling penyayang, meski terkadang hati meradang ~tak punya nyali tuk ungkapkan. Pun dimana kita, kita dengan sekejap saja bisa tertawa bahagia hanya karna saksikan pancaran senyuman bahagia miliknya. Ya, mencintai adalah anugerah dari Sang Maha Cinta. Dan aku bersyukur, karna Ia telah memberiku kesempatan untuk mencintai kamu: kesayanganNya.

Hmm.. Sekali lagi kutegaskan, Tuhan benar-benar maha romantis. Teramat romantis. Mengapa? Karna mengenalmu adalah anugerah terromantis yang selalu kusyukuri. Ya, Ia mengenalkanku dengan-mu ~yang dulu siapa namamu saja aku tak tahu. Tak hanya itu, Ia pun tepiskan segala kecanggungan hingga jadikan-mu sosok yang jauh dari kata "kuasingkan". Ya, kau begitu dekat di nadi. Kau begitu... Ahhh kau segalanya. Hahaha:v

Sekali lagi, aku bersyukur ~karna kau menjadi apa adanya bila denganku. Lebihmu, kurangmu, pun segala elemen negatifmu ~aku tau. •Apa adanya• dan aku suka itu. Meski kuakui, sakit rasanya tiap kali bergurau denganmu.. Karna setiap detiknya aku harus menekan perasaanku agar tak jatuh makin dalam. Ya, aku mulai membiasakan itu, ~~tak membiarkan perasaanku makin hanyut ke dalam lubuk, agar ku mampu hentikan bisingnya cemburuku yang kesekian kalinya. Ya, aku mencemburuimu -untuk kesekian kalinya, dan aku tak berhak. Tak berhak mencemburuimu. Jadi maaf bila aku masih suka nakal, masih suka mencemburuimu yang jelas2 ~Untuk Cemburupun Aku Tak Berhak. Maafkan, karna tahu-diriku belum cukup mahir men-jera-kan hatiku.
:')


Ahh tak mengapa kawan.. . Tak perlu kau dengarkan. Aku hanya ingin mengabadikan tiap-tiap serpihan hati. Bukan ingin kubawa mati, hanya saja rasa di hatiku punya harap ~suatu saat nanti, saat ketika kusudahi segala tentangmu, pun saat dimana kita bisa bertatap muka lagi dg bahagia kita masing2, aku bisa mngenangmu. Mengenangmu sebagai sosok terkasih yang dulu pernah membuatku rapuh tapi pada akhirnya bisa menjadikanku sekuat saat itu. Mengenangmu sebagai teman terkasih yang berkatmu, aku menjadi lebih tegar dan penyabar. Pun tentunya pada hari itu, kau akan kukenalkan pada-nya ~si penyempurna agama yg telah kutemukan. Mungkin ia akan cemburu, tapi pada akhirnya ia akan berterimakasih padamu, karna pada hari itu aku tak akan mengenalkanmu sebagai sosok terkasih di masa lalu, melainkan teman karib yang telah mengajariku banyak hal ~~tangis, tawa, haru, pun pilu. Pun mengenalkanmu sebagai teman karib yang telah berjanji akan berkarib selamanya. Meski pada akhirnya kebahagiaan kita akan terpisah dengan kata "masing-masing" sehingga peduliku padamu pun akan tersekat oleh kata "sewajarnya", tapi semua itu takkan mampu menghapusmu dari daftar teman karibku. Ya, selamanya kau tetap teman karib. Moga saja, ~serpihan hati yang kuabadikan ini dapat membawa-ku dan kau pada ruang pertemanan sejati. Hingga menua, hingga beruban, hingga kembali pulang, pun sampai nanti --di keabadian, ~kau tetap teman. Teman karib. Teman seperjuangan. Teman tak hanya dalam khayalan. Semoga saja.

Maka kuakhiri goresan pena bertema serpihan hati ini dengan sederet kata,
"Aku bersyukur, berkesempatan menjadi pecinta sekaligus teman karibmu. Aku bersyukur, menjadi pemilik dari hati yang PERNAH ~mencintamu.. 1/2mati. Sekian."


Tuhan, terimakasih. ๐Ÿ’





Jprdise, 23/06/16
-zfd-

Tuesday, June 14, 2016

Bila Dia Bukan Milikmu

 Membiarkanmu terlelap dalam kalbu, adalah derita yang tak kuingini kepulihannya. Biar saja, berkawan luka. @>--

Bila dia bukan milikmu, berhentilah mengagumi. Bila dia bukan untukmu, berhentilah menyayangi, dan bila dia bukan takdirmu, berhentilah mencintai.
Berhentilah. Lalu berlarilah temukan yg sejati utkmu.
Hatimu tak salah. Jangan kau hujat ia. Karna mencintai selalu di luar kendali. Maka hapuslah rasa bersalahmu. Rasa bersalah karna telah salah menjatuhkan hati. Tiada yg salah. Hanya saja kau perlu sedikit teliti, -menyikapi sosok yg diam2 mencari celah utk menerobos ke dlm  benda kecil bernama *hati.


Sudahlahh... tak usah berlarut-larut. Setiap orang pasti punya masa lalu kan? Masa lalu yg tak selalu mulus, pun tak selalu kelam. Bisa jadi masa lalumu itu pernah mencabik2 hatimu hingga memar sampai sekarang. Hingga kau trauma rasakan lara. Hingga kau  ingin sekali pergi, berlari menjemput masa depan, tp nyatanya kau masih di sini saja. Tak selangkahpun bergerak. Hanya karna rasamu telah membabi buta, dan kau tak sanggup menoleh ke arah selainnya. Pernahkah kau alami yang demikian??

Ku rasa semua orang pernah mengalaminya. Mencoba berlari menjemput masa depan, tapi bayang-bayang masa lalu masih lekat menghantui. Sakit memang. Mencintai sosok yang jelas2 bukan tercipta untukmu. Dan bodohnya lagi, berkali2 kau hendak berlari, mencoba menerima sosok lain yg ingin memilikiku setengah mati, sialnya tak pernah bisa. Lagi2 kau campakkan mereka: yg mencintaimu sepenuh hati -hanya demi dia, si perobek hati. Mau bagaimana lagi? Begitulah konsekuensi dari 'terlalu mencintai', hingga matamu seakan buta tuk saksikan dunia. Seakan-akan duniamu hanya satu: dia. Hanya dia. Lalu, adakah jalan setapak tempatmu mengistirahatkan semua gemuruh di hati? Sungguh, ia perlu sejenak tuk pulihkan diri. Berhenti rasakan sayatan cintanya, dan pelan2, mencoba pergi tuk sambut cinta yg lain. Ya, kau perlu beristirahat. Agar hatimu tak makin bengkak.
  
Kau -duhai jiwa2 yg sedang tersakiti.. . Mari bergegas memerdekakan diri! Berhijrah dari masa kelabu -masa lalumu. 
Karna apa??


Karna di luar pintumu, ada yg telah merdeka dari itu. Tak hanya satu, tapi -beribu. Jiwa2 yg telah berhasil terobosi luka meronta di masa lalu. Memulih seiring dg berjalannya waktu. Kini ia merdeka. Terbebas dari jeruji cinta-buta yg ia buat sendiri.
Dan kamu? Tak mampukah kau?? Tak mampukah *ku?


Ahhhh.... andai hatiku tak seceroboh dulu,
Pasti kau takkan mungkin bisa tertidur pulas di relungnya. Seperti saat ini. Kala kau begitu lelap, hingga aku tak tega tuk berhenti menimangmu dalam hati.



Maka lekaslah terjaga. Aku sudah terlalu lelah dan menderita. :')


Smg, 13/06/16
-dfz-



#words
#art

Categories

Follow me on Facebook

Follow me on Tumblr

Writing is the most fun you can have by yourself. - Terry Pratchett

Powered by Blogger.
Adsense Indonesia

About Author

Hamba Tuhan yang sedang belajar menulis.

Video of Day | Click on the link below to download the video!

Popular Posts